Jumat , 27 November 2020
Breaking News
Slider

Home / Daerah / Bengkulu / Dinyatakan Positif Covid-19, Keluarga Pasien PPOK Asal Lebong Keberatan Dengan Kebijakan RSHD Kota Bengkulu

Dinyatakan Positif Covid-19, Keluarga Pasien PPOK Asal Lebong Keberatan Dengan Kebijakan RSHD Kota Bengkulu

LEBONG, SNN – Keluarga pasien pengidap Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) asal Kabupaten Lebong, menyatakan keberatan terhadap kebijakan yang dilakukan oleh pihak RSHD Kota Bengkulu dengan divonisnya ayah mereka yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes SWAB, namun hasil tes belum kunjung ditunjukkan kepada pihak keluarga.

Pasien tersebut bernama Sudirman beralamat di Kelurahan Amen Kecamatan Amen Kabupaten Lebong yang saat ini tinggal bersama anaknya di Kota Bengkulu tepatnya di Kelurahan Suka Merindu Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu, dan selama pasien di rawat belum pernah melakukan perjalanan ke Kabupaten Lebong.

Pihak keluarga merasa kurang puas dengan pernyataan yang disimpulkan oleh pihak Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu, sebab mereka tahu betul kondisi pasien yang telah lama mengidap penyakit menahun PPOK kurang lebih 3-4 tahun lamanya.

Kepada awak media pihak keluarga pasien Sudirman melalui menantunya Darmawan mengungkapkan bahwa, “Orang tua saya itu mengidap sakit jantung, hypertensi, paru-paru sudah diidap sejak lama, karena jantungnya itu tinggal 20% yang berfungsi dan 80% sudah tidak berfungsi, ini telah dialami selama 3-4 tahun yang lalu,” ujar Darmawan.

Dari dulu sudah divonis sakit PPOK, namun ketika Covid-19 muncul kami pihak keluarga kebingungan pihak Rumah Sakit HD Kota Bengkulu menyatakan Covid-19, berdasarkan hasil tes SWAB yang divonis pada hari ini Sabtu (12/09), sedangkan kami sudah seminggu yang lalu pulang ke rumah, baru hasil SWAB dinyatakan positif oleh pihak Rumah Sakit,” terangnya lagi.

Darmawan juga menceritakan pasien tidak hanya sekali ke Rumah Sakit bahkan sudah dari 3 tahun belakang selalu bolak-balik ke Rumah Sakit terkadang orang di RS pun sudah banyak yang kenal, karena keseringan. Dan ketika di Rumah Sakit pun selalu di rawat di IGD karena penyakit yang diidap bukan penyakit yang ringan.

Menurut Darmawan saat ini pasien telah melakukan isolasi mandiri dikediamannya yang berada di Kelurahan Suka Merindu Kota Bengkulu, “untuk saat ini orang tua kami sudah melakukan isolasi mandiri di Bengkulu.”

Dengan adanya kebijakan yang dinyatakan oleh pihak Rumah Sakit Darmawan berharap agar pihak RSHD menunjukkan hasil SWAB, jika memang benar terpapar Covid-19 pihak keluarga akan segera melakukan pengobatan lain secepatnya.

Kami pihak keluarga meminta kepada pihak RSHD Kota Bengkulu tolong tunjukkan hasil tes SWAB kepada kami, bukan hanya bisa memvonis, karena kami belum menerimanya. Jika hal itu benar kami akan mengambil tindakan pengobatan secepatnya, seperti melakukan isolasi mandiri dengan lebih ketat atau melakukan pengobatan yang lain.”

Kami pihak keluarga juga berharap pihak terkait jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, tolong pertimbangkan juga riwayat yang diidap oleh pasien,” harapnya.

Selain itu pihak keluarga juga meminta penjelasan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, “kenapa Dinkes memasukan pasien tersebut terkonfirmasi positif dari Kabupaten Lebong, hanya karena dasar KTP, bukan riwayat perjalanannya, kami mohon konfirmasii dari pihak Dinkes apa maksud dan tujuannya.” Yang disampaikan melalui video yang berdurasi 1.04 detik dengan isi penyataan sebagai berikut :

Saya anak menantu dari pasien bapak Sudirman, menyatakan  bahwa pasien sudah 3 bulan berobat di Bengkulu dan tidak pernah pulang ke Lebong selama ini. Pasien telah selesai perawatan di RSHD Kota Bengkulu dan sekarang hampir 1 minggu telah melakukan isolasi mandiri di rumah yang beralamat di Sukamerindu Kota Bengkulu. Riwayat penyakit pasien batuk sesak nafas dan sakit kepala, pasien memiliki komotif hypertensi dan penyakit jantung, untuk sementara belum ada keluarga dari Lebong yang kontak langsung dengan pasien dan belum ada keluarga pasien yang terpapar.”

Dengan adanya pemberitaan melalui media SNN, keluarga pasien berharap ada penjelasan dari pihak terkait dengan apa yang dialami oleh pasien Sudirman dan segera ditindaklanjuti sebab keluarga pasien merasa keberatan. (Red/Yns)

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

Paslon 04 Fokuskan Peningkatan Pembangunan Demi Perubahan Kabupaten Lebong

LEBONG| BENGKULU, sinarnusantaranews.com – Dengan Niat yang begitu mulia untuk memajukan daerahnya yakni Kabupaten Lebong …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *