Jumat , 16 November 2018
Breaking News
previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider
Home / Bengkulu / Kota Bengkulu / Walikota Bengkulu Tuntut Pelindo Hibahkan Lahan 12,18 Ha

Walikota Bengkulu Tuntut Pelindo Hibahkan Lahan 12,18 Ha

BENGKULU, SNN – Polemik  lahan 12,18 hektare yang tak kunjung diserahkan oleh PT Pelindo II Bengkulu hingga hari ini kepada masyarakat, mendapat sorotan tajam dari Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE.

Helmi  menuntut agar PT Pelindo segera melakukan proses penghibahan lahan tersebut karena sudah menjadi hak rakyat Kota Bengkulu.

”Saya ingatkan Pelindo jangan dibolak-balik ceritanya, Pak Presiden sudah menjanjikan di depan saya dan usaha itu sudah dari saya masih anggota DPRD dulu, dan sekarang saya periode kedua Walikota saya masih menuntut hibah lahan itu,”

kata Helmi Hasan  menanggapi adanya syarat dari PT Pelindo yang meminta seluruh warga yang tinggal di wilayah  Kampung Bahari, RT 8 eks lokalisasi dan Teluk Sepang untuk direlokasi karena mendirikan rumah secara ilegal.

Menurut Helmi, hal ini adalah 2 persoalan yang berbeda, dan tidak bisa disama-samakan. Karena, pada dasarnya janji Presiden tersebut akan menghibahkan tanpa embel-embel atau persyaratan lain.

Soal ada keinginan relokasi di 3 wilayah itu silahkan nanti kita bicarakan, tetapi ingat!, memindahkan manusia itu bukan seperti memindahkan bebek. Kita memindahkan bebek saja susahnya minta ampun, apalagi manusia,”  tegas Helmi.

Meski demikian bukan berarti Pemkot tidak menyanggupi untuk merelokasi warga, tetapi jika itu memang keinginan Pelindo maka harus membuka pembicaraan baru diluar rencana penghibahan lahan. Ketika relokasi itu memungkinkan untuk mengisi sisa lahan sekitar 4 hektare, maka pemkot akan bekerjasama dengan Provinsi dan Pelindo untuk merelokasinya.

“Dengan niat yang baik saya yakin itu bisa. Dan saya perlu waktu untuk bertanya kepada rakyat saya formulasi apa yang akan kita terapkan, karena memindahkan satu manusia itu bukan perkara gampang,”ucapnya.

Hanya saja  sebelum relokasi itu dilakukan ia meminta agar proses penghibahan lahan tersebut diwujudkan terlebih dahulu, karena polemik ini sudah berlangsung cukup lama yang akhirnya membuat keresahan masyarakat setempat karena status lahannya sampai saat ini belum jelas.

“Pelindo saya ingatkan lagi mari kita serius mengurusi persoalan hibah lahan itu, kita berikan kepada masyarakat, dan Presiden juga sudah janji akan memberikan sertifikat lahannya kepada rakyat,” pungkasnya.

Rencana penghibahan lahan milik PT Pelindo II Bengkulu kepada masyarakat di kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu kemungkinan besar sulit diwujudkan, meski sebelumnya sudah sempat disepakati dan dibuat draft perjanjian kerjasama dengan pemerintah kota, namun PT Pelindo justru meminta benefit atau persyaratan yang tak mungkin bisa disanggupi oleh Pemkot. Hal inilah yang membuat proses ini tarik ulur dan tak kunjung terselesaikan. Akibatnya 447 Kepala Keluarga yang tinggal diatas lahan PT Pelindo tersebut terancam digusur sewaktu-waktu.

Menurut Kepala Balitbang kota Bengkulu Drs. Ridwan MSi, Pelindo meminta beberapa lahan yang dikuasai masyarakat di area Perindo itu dikosongkan.adapun lahan yang dikuasai masyarakat yaitu daerah teluk sepang  66 kk,,kampung Bahari sekitar 200 kk, dan Rt. 8 eks lokalisasi Pulau Baai terdapat 60 kk

 

Pewarta : Asri

About adminSNN

Check Also

Kepala Desa “AROGAN “Lapen Dan Drainase Asal Jadi

REJANG LEBONG, SNN – Pembangunan Lapen dan Drainase dinilai asal jadi, oknum Kepala Desa Air …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *