Rabu , 14 November 2018
Breaking News
previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider
Home / Bengkulu / Ambulan DiSulap Jadi Mobnas Plt. Gubernur Enggan Bicara

Ambulan DiSulap Jadi Mobnas Plt. Gubernur Enggan Bicara

BENGKU, SNN – Masih terkait alih fungsi Ambulans jadi Mobil Dinas (Mobnas) Petinggi Rumah Sakit Umum M Yunus Bengkulu (RSMY), yang menyita perhatian masyarakat sampai saat ini belum mendapat titik terang dari petinggi RSMY, ataupun Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Perlu diketahui menurut informasi sudah selama tiga tahun ambulans ini disulap menjadi Mobnas petinggi RSMY, namun secara administrasi belum ada dan baru rencana ada pengajuan tentang alih fungsi aset kepada Badan Pendapatan dan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Bengkulu, untuk di keluarkan SK Gubernur.

Perihal persoalan ini tidak penting atau enggan berbicara karena ada indikasi pelanggaran secara administarsi di bidang aset, pasalnya setelah petinggi RSMY yang saat ingin dimintai keterangan didapati Cuti Berbarengan tanpa ada kepastian keterangan surat, bahkan kali ini Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat ingin dikonfirmasi terkait hal yang sama terkesan ikut bungkam, karena enggan berkomentar tentang alih fungsi ambulans menjadi mobil dinas petinggi RSMY ini.

Saat dikonfirmasi seusai menghadiri Rapat Paripurna  Rohidin Mersyah perihal alih fungsi ambulans menjadi mobil dinas petinggi RSMY, dia terkesan enggan berkomentar malah mengarahkan kepada pihak RSMY, walapun secara adminsistrasi terkait alih funsi aset itu berdasarkan Sk Gubernur.

“Masalah gitu tanya rumah sakit aja,tanya rumah sakit yang bagian aset aja, kalo yang masalah kendaraan yang begitu-begitu,” ujarnya.

Tidak sampai disitu saja setelah menjawab persoalan aset negara ini dengan singkat, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga menyebut alih fungsi ambulans ini tidak terlalu substantif, dan masih mengarahkan kepada pihak RSMY.

” Saya kira ga akan mendadak, saya kira bukan ga penting, itu penting tapi tidak terlalu substantif mobil satu. Saya tidak mau komentar tentang itu, tanya itu aja ya pihak RSMY”Tuturnya.

Terkait Kemana Mobil Dinas yang seharunya digunakan selain ambulans menurut informasi mobil dinas petinggi RSMY jenis Toyota Kijang Inova tipe E tersebut mengalami kecelakaan di jalan Jenggalu, Kecamatan Gading Cempaka pada desember 2015 lalu yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, 2 orang terluka serta menabrak satu unit rumah yang mengakibatkan kamar bagian depannya hancur, dan laju kendaraan baru berhenti setelah masuk ke jurang sedalam 1,5 meter. Saat itu, mobil dikendarai oleh pengendara berinisial HR bersama satu rekannya, dan hanya mengalami luka lecet.

Berdasarkan hasil investigasi, mobil hitam bernomor polisi BD 72 yang selama ini digunakan salah seorang petinggi dan sering terparkir di RSMY selama ini, ternyata aslinya merupakan salah satu mobil ambulans yang pengadaannya pada tahun 2015, sebanyak 2 unit Innova tipe E dan aslinya berwarna putih. Sedangkan, kendaraan dinas yang asli untuk petinggi RSMY tersebut hingga kini masih berada di salah satu bengkel di Kota Bengkulu dan membutuhkan biaya perbaikan senilai Rp 40 Juta.

Pewarta : Arwin Binardi

About adminSNN

Check Also

Tidak Terima PUK-SPAI-FSPMI Karyawan Perusahaan Ancam Mogok

BENGKULU UTARA, SNN – Perusahaan Terbatas (PT) Sawit Mulya Menolak Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *