Jumat , 6 Desember 2019
Breaking News
previous arrow
next arrow
Slider

Home / Bengkulu / Audiensi Kanwil ATR/BPN Bengkulu dengan JPKP Bengkulu

Audiensi Kanwil ATR/BPN Bengkulu dengan JPKP Bengkulu

BENGKULU,SNN – Audiensi antara JPKP Bengkulu dan Kanwil ATR/BPN yg di hadiri Kabid Hukum, Kabag TU dan Kabid Persenketaan, Tim JPKP Ketua DPW JPKP Bengkulu Jonsin Manik, Ketua DPD JPKP Mukomuko Iyon Saputra, Ketua DPC Pinang Raya Gawan Sanuki, Tim Media Anel Yadi DPD JPKP Benteng Eva dan Johan Investigasi DPW JPKP Bengkulu.Ada empat dalam pembahasan  rapat tersebut antara lain

1 PT Agrimuko
2 SIL
3 PTSL
4 Penerbitan sertipikat PTSL di Desa Tanjung Seluai Kec. Seluma Selatan Seluma. ATR/BPN menganjurkan JPKP membuat surat kusus ke ATR/BPN sebelum di perpanjang HGU perkebunan sesuai HGU yang akan berakhir 31 Desember 2019,

Perkebunan yang sudah berakhir HGUnya 31 Desember 2018 belum ada perpanjangan. Jika ada akfitas Tambang Batu Bara di dalam HGU yg sudah berakhir sangat melanggar peraturan dan di luar pengetahuan Kanwil ATR/BPN dan TIM JPKP harus turun untuk cek langsung ke titik ordinat dan luas yang dipakai.

Jonson Manik Ketua Relawan Jokowi – Amin Bengkulu atau ketua JPKP Bengkulu berjanji akan segera turun mininjau tambang tersebut sambil menyerahkahkan surat dari Kantor Staf PresIden RI, kepada Kabid Hukum ATR/BPN. Permasalahan pungutan PTSL ATR/BPN mengatakan Rp. 200,000 biaya persertifikat sedangkan sudah dibiayai Negara melalui APBN jelas ada DIPA nya, permasalahan penerbitan sertipakat ada pungutan Kades lebih dari Rp 200.000 itu di luar kapasitas ATR/BPN.

Seperti laporan warga mencapai jutaan rupiah di Desa Tunggang Kecamatan Pondok Suguh Muko – muko, permasalahan penerbitan PTSL 54 Ha atau 28 buku sertipikat kepada satu keluarga dilaporkan ke instansi penegak hukum, Perlu di pertanyakan.

Jonson Manik Ketua JPKP Bengkulu akan tetap intens dan melaporkan semua perilaku di daerah ke DPP JPKP,termasuk aktifitas Tambang Batu Bara di tengah HGU Perkebunan yang sudah berakhir masa berlakunya.

Hal lain,pengusaha menerima sertipakat SHM 28 buku di luar batas UU di Desa Tanjung Seluai Kec. Seluma Selatan Seluma.

Penegak hukum harus hadir dan permasalahan ini dan harus diangkat kedepan UU, jelas beraninya mengangkangi Negara Hukum, mau kebal hukun jangan di Indonesia dan penegak hukum harya berani jangan tutup mata ada pasilitas negara yang dibiayai APBN,jangan salah gunakan,”ujar Jonson Manik.

Pewarta : Eva Oktavia

About adminSNN

Check Also

Bengkulu Selatan Terima Tambahan 1 Bus Sekolah dari Kemenhub

BENGKULU SELATAN, SNN – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menerima bantuan 1 bus sekolah dari Kementerian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *