Senin , 3 Agustus 2020
Breaking News
Slider

Home / Bengkulu / Kepahiang / Ayah Gagahi Anak Berusia 12 Tahun, Kepahiang Menangis !

Ayah Gagahi Anak Berusia 12 Tahun, Kepahiang Menangis !

KEPAHIANG, SNN – Makin hari makin menjadi, tingginya tingkat kekerasan dan pelecehan yang terjadi dimana-mana, kali ini terjadi di Kabupaten Kepahiang Propinsi Bengkulu. Masyarakat sangat sedih bahkan menangis dengan kejadian ini, sedangkan di setiap Musrembangcam Wakil Bupati selalu menegaskan agar dapat menjaga anak dengan baik dan hindari kekerasan baik terhadap anak maupun perempuan, sungguh sangat biadab apa yang dilakukan seorang ayah terhadap anaknya walaupun tiri, sehingga membuat Penegak hukum geram.

Saat ini Polisi telah mengamankan HS (24) warga Kecamatan Kepahiang, pasalnya tega menyetubuhi anak tiri, sebut saja Bunga yang masih berumur 12 tahun sejak tahun 2017 lalu. Ulah biadab dilakukan pelaku terhadap korban yang masih duduk dibangku SD tersebut pada saat itu korban dipaksa untuk melakukan persetubuhan dengan pelaku dengan cara mengancam anak korban akan meninggalkan ibu kandungnya jika tidak menuruti keinginan pelaku untuk memenuhi keinginannya.

Pelaku yang menyetubuhi anak tiri, kini kasus tersebut ditangani Unit PPA Sat Reskrim Polres Kepahiang, Kapolres Kepahiang AKBP Suparman, S.Ik melalui Kabag Ops Polres Kepahiang AKP Eka Candra, SH didampingi Kasat Reskrim AKP Yusiady, S.I.k Rabu (26/02) menjelaskan kasus tersebut mulai terbongkar pada 16 Februari 2020 sekitar pukul 04.30 pagi, saat korban sedang berada di dalam kamar mandi bersama dengan pelaku.

“Pelaku ini dipergoki istrinya yang merupakan ibu kandung korban sedang berada di kamar mandi bersama korban, lantas memarahi korban. Peristiwa ini dilaporkan tetangga ke ayah kandung korban hingga dilaporkan ke polisi, dari pengakuan pelaku sudah melakukan sejak tahun 2017,” jelas Kabag Ops.

Kabag Ops menjelaskan pelaku HS diamankan polisi saat sedang berada di salah satu perumahan di Kecamatan Kepahiang, Pasal yang dipersangkakan yakni Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman Hukuman 15 (Lima Belas) tahun penjara.

“Ancaman hukum itu ditambah sepertiga dari ancaman hukuman dikarenakan tersangka merupakan orang tua atau wali dari Anak Korban, maka ancaman hukumannya menjadi 20 (Dua Puluh) tahun,” jelas Kabag Ops. (FB)

 

 

About adminSNN

Check Also

Penggunaan DAK Cadangan Kabupaten Lebong Akan Laksanakan Tiga Item Pekerjaan Fisik

LEBONG, SNN – Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lebong akan melaksanakan tiga item …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *