Sabtu , 28 November 2020
Breaking News
Slider

Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Bebas Dari Ternak Liar, Desa Tanjung Menang Patut Dijadikan Contoh

Bebas Dari Ternak Liar, Desa Tanjung Menang Patut Dijadikan Contoh

BENGKULU SELATAN, SNN – Hewan ternak liar di Kabupaten Bengkulu Selatan masih sangat memprihatinkan, sampai saat ini masih menjadi pemandangan yang tidak asing lagi bagi masyarakat di pedesaan bahkan di jalan raya pada umumnya.

Penertipan yang sudah berjalan seiring dengan diterbitkannya peraturan dari Pemerintah Daerah sampai saat ini masih jalan di tempat, padahal tidak sedikit anggaran belanja daerah yang digunakan.

Keluhan para petani kebun dan para pengguna jalan raya masih saja sering terdengar jadi korban ternak liar, sampai kapan ternak liar di Bengkulu Selatan bisa ditertibkan. Hal tersebut diungkapkan salah satu petani kebun sawit yang jadi korban hewan ternak liar yang enggan disebut namanya di media.

Namun pemandangan berbeda ketika wartawan SNN liputan di Desa Tanjung Menang Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan pemandangan di kiri kanan jalan, pekarangan rumah warga desa Tanjung Menang banyak tanaman sayur-sayuran dan ubi jalar, serta tanaman bunga, anehnya lagi tanaman itu tidak di pagar sama sekali seolah-olah pemandangan yang langka di Bengkulu Selatan.

Kades Tanjung Menang Mahirun, ketika ditemui di kediamannya pada Senin (08/06) kemarin, menjelaskan saat wawancara dengan awak media, “desa Tanjung Menang ini sudah beberapa tahun yang lalu membuat Peraturan Desa (Perdes) hewan ternak, awalnya peraturan itu ditegakkan masih banyak sekali terjadi pro kontra di masyarakat, akan tetapi pihak Pemdes bekerja sama dengan BPD serta tokoh masyarakat di desa ini, secara tegas memberikan sanksi kepada pemilik ternak yang membandel, setiap ada pelanggaran pihak Pemdes tidak pandang bulu memberikan sanksi, dengan berjalannya waktu akhirnya bisa diterima oleh masyarakat kami sehingga timbul kesadaran bagi pemilik ternak, sampai hari ini masyarakat kami bisa merasakan manfaatnya apa saja yang mau di tanam dipekarangan rumah atau ladang dan sawah tidak ada lagi masalah,” terang Kades.

Terpisah, warga Tanjung Menang yang berprofesi sebagai petani kebun RI, merasa sangat terbantu dengan ditertibkannya hewan ternak di desa Tanjung Menang, “karena tanah pekarangan rumahnya bisa dimanfaatkan untuk menanam sayur dan ubi sehingga bisa membantu untuk tambahan penghasilan, karena setiap minggu bisa di jual ke pasar Senin,” ungkapnya. (A.H)

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

Penjabat Bupati B-U Tak Hadir Paripurna, Pimpinan Batalkan Rapat Pembahasan RAPBD TA 2021

 BENGKULU UTARA, sinarnusantaranews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bengkulu Utara kembali laksanakan rapat Paripurna, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *