Kamis , 12 Desember 2019
Breaking News
previous arrow
next arrow
Slider

Home / Bengkulu / Bengkulu Peringkat Ke 4 Nasional Indek Pembangunan Pemajuan Kebudayaan

Bengkulu Peringkat Ke 4 Nasional Indek Pembangunan Pemajuan Kebudayaan

BENGKULU, SNN – Pemerintahan Guberur Rohidin Mersyah, selain konsen dengan pembangunan serta pembenahan insfrastruktur, juga menaruh perhatian yang baik dalam memajukan kebudayaan daerah.

Hal ini terbukti Bengkulu menempati peringkat ke empat nasional Indek Pembangunan Pemajuan Kebudayaan (IPK), dalam peluncuran IPK, di Istora Senayan, Jakarta (10/10).
“Alhamdulilah Indek Pembangunan Pemajuan Kebudayaan Bengkulu menempati posisi ke 4 dengan angka 59,95 dan mengungguli angka rata-rata nasional yang hanya 53,74 serta selisih tipis dengan Jawa Tengah yang menempati peringkat ke 3 dengan angka 60,05”, ujar Rohidin.

Dengan Capaian ini, Rohidin mengajak masyarakat Bengkulu bersama-sama menjaga kearifan lokal, salah satunya melalui berbagai event yang rutin diselenggarakan pemerintah daerah.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Rohidin mersyah, perhelatan event dengan berbagai konten kearifan lokal selalu dikemas dengan apik. tak tanggung-tanggung, beberapa event unggulan daerah, secara konsisten masuk dalam top event nasional.
Bagi Rohidin, kebudayaan adalah adalah salah satu roh kelangsungan hidup bangsa, “kearifan lokal adalah identitas kita sebagai bangsa” . tegas Rohidin.

Bengkulu Berbudaya harus kita jaga bersama. Bukan anti terhadap modernitas, mari bersama wujudkan Bengkulu yang modern tapi tetap mencintai dan melestarikan budaya yang kita miliki”, tambah Rohidin sembari berharap Indek Pembangunan Pemajuan Kebudayaan Bengkulu naik peringkat di kesempatan berikutnya.

Indek Pembangunan Pemajuan Kebudayaan merupakan suatu instrumen yang disusun bersama antara Kemendikbud, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), dan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk mengukur capaian pembangunan kebudayaan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Terdapat 31 indikator penyusun indeks tersebut yang dirangkum dalam tujuh dimensi pengukuran, yaitu sektor Ekonomi Budaya, Pendidikan, Ketahanan Sosial Budaya, Warisan Budaya, Ekspresi Budaya, Budaya Literasi, dan Gender.

Berikut peringkat 10 besar Indek Pembangunan Pemajuan Kebudayaan tahun 2018;
1. DI. Yogyakarta (73,79)
2. Bali (65,39)
3. Jawa Tengah (60,05)
4. Bengkulu (59,95)
5. Nusa Tenggara Barat (59,92)
6. Kepulauan Riau (58,83)
7. Riau (57,47)
8. Jawa Timur (56,66)
9. Sulawesi Utara (56,02)
10. DKI Jakarta (54,67)

Pemerhati Kebudayaan Bengkulu Apresiasi Capaian Gubernur Rohidin
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dinilai sebagai sosok yang memiliki perhatian tinggi dalam mewujudkan Bengkulu yang berbudaya.
“Di bawah kepemimpinan pak Rohidin, Pak Rohidn sudah berfikir panjang bagaimana mengangkat potensi kebudayaan yang ada di Bengkulu, ada upaya dan tindakan positif yang telah dilakukan. Saya melihat di setiap event, konten kebudayaan lokal selalu muncul dan terawat dengan baik. Artinya sebagai seorang pemimpin Bengkulu, pak Rohidin sudah menunjukkan, kepedulian terhadap kebudayaan lokal”, ujar Paulus Sianuok Nurodom yang akrab disapa Taufik ini, menanggapi capaian pemerintah Provinsi Bengkulu yang masuk dalam peringkat ke empat nasional Indek

Pembangunan Pemajuan Kebudayaan (IPK), di Istora Senayan, Jakarta (10/10).
Menurut pria yang sudah 25 tahun malang melintang di sektor kebudayaan khususnya teater ini, sosok Rohidin memiliki keberanian dalam memajukan sektor kebudayaan di daerah yang dipimpinnya.
Tidak sebatas peduli, tapi pak Rohidin berani mencoba mewujudkan dalam beberapa event yang telah diselenggarakan. Saya rasa tidak semua kepala daerah punya keberanian seperti ini”, tambah Taufik yang selama 7 tahun pernah berproses di Taman Ismail Marzuki Jakarta ini.

Kalau pun ada keurangan disana sini, lanjut Taufik, saya rasa wajar dalam sebuah proses, “tapi niat baik dari seorang pak Rohidin, itu yang harus kita acungkan jempol. niat baik beliau untuk mengangkat kebudayaan lokal Bengkulu di kancah nasional maupun international, beliau punya keinginan tinggi untuk mewujudkan Bengkulu yang berbudaya”, lanjutnya.

Taufik berharap, ke depan, gubernur Rohidin lebih inten meminimalisir jarak antara pemerintah daerah dengan para penggiat kesenian dan kebudayaan Bengkulu.
Selain itu, sarana penunjang juga bisa dibenahi, agar tercipta kesinambungan dalam merawat kebudayaan Bengkulu. Pemerintah memiliki andil besar dalam memajukan kebudayaan daerah” . pungkasnya.

Apresiasi serupa atas capaian sektor kebudayaan di Provinsi Bengkulu, juga dilontarkan Pemerhati Sejarah dan Budaya Bengkulu, Benny Hakim Benardie.
Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Provinsi Bengkulu mendapatkan peringkat ke empat. Ini sudah seyognyanya, karena peradaban kebudayaan yang ada di Bengkulu sudah ada Sebelum Masehi. Hingga saat ini kebudayaan yang ada masih diwujudkan dalam prilaku dan peradatan, meskipun persentasi pemajuan kebudayaan itu dalam proses menuju maksimalisasi pengungkapan kebudayaan. Itu tampak dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini”, ujar Benny Hakim Benardie.

Benny juga mengapresiasi konten kearifan lokal terus dimunculkan di berbagai perhelatan, “memang sudah seharusnya kearifan lokal mulai dimunculkan dan digiatkan. Ini merupakan sikap mengangkat ‘Arai Terendam’. Mengangkat identitas diri, jati diri dari sikap primordialisme daerah. Mengangkat muatan lokal yang dilakukan Gubernur Rohidin, tentunya semua warga Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi, ini akan berdampak ekonomis dan sosiologis bagi pembangunan yang ada” , tambah Benny.

Benny berharap, ke depan, pemerintah daerah terus konsen dan konsisten dalam pemajuan kearifan lokal Bengkulu.
“Provinsi Bengkulu yang notabene kaya akan kekayaan peradaban kebudayaan, termasuk sejarah, perlu peran pemerintah, dalam hal ini, kepala daerah tetap konsen dan konsisten terhadap pemajuan muatan lokal. Perlu literatur untuk menginggatkan generasi mendatang”. pungkas Benny.

Editor : Redaksi SNN

About adminSNN

Check Also

Kurangnya Sosialisasi, Masyarakat Belum Paham Aturan Penggunaan BPJS

MUKOMUKO, SNN – Kurangannya pemahaman masyarakat kecil terhadap aturan penggunaan BPJS kesehatan. Menjadi pertanyaan, mengapa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *