Selasa , 22 September 2020
Breaking News

Home / Daerah / BKKBN Siap Dampingi Pelaku Dibawah Umur Untuk Perjuangkan Hak-Haknya, Terkait Peristiwa Berburu Babi Beberapa Hari Lalu

BKKBN Siap Dampingi Pelaku Dibawah Umur Untuk Perjuangkan Hak-Haknya, Terkait Peristiwa Berburu Babi Beberapa Hari Lalu

LEBONG, SNN – Keterangan Kepala dinas BKKBN Kabupaten Lebong terkait meninggalnya anak di bawah umur akibat terkena tombak babi, dan menurut keterangan pelaku pun  masih anak di bawah umur.

Terkait peristiwa tersebut Kadis BKKBN Firdaus menjelaskan dan berpesan kepada orang tua bahwa anak-anak tidak diperbolehkan untuk ikut dalam kegiatan berburu babi ataupun kegiatan layaknya orang dewasa terutama anak di bawah umur.

Identitas pelaku :

Nama: RK

Umur: 14 tahun

Pekerjaan: pelajar

Alamat: Kecamatan Lebong Tengah

Telah diamankan di Mapolres Lebong untuk dimintai keterangan.

Menurut Kadis Firdaus juga menyampaikan, “kita sudah mendapatkan informasi terkait kejadian tersebut, ternyata korban dan pelaku sama-sama masih di bawah umur. Kemarin saya sudah perintahkan Kabid saya untuk koordinasi terkait data korban dan data pelaku dan langsung koordinasi ke Polres, kita harus memastikan hak-hak anak walaupun dia itu pelaku namun hak anak tersebut harus kita lindungi. Walaupun sudah di proses secara hukum tidak boleh disamakan dengan orang dewasa,” terang pak Firdaus.

“Tindaklajutnya setelah dilakukan proses hukum kita melakukan pendampingan dalam arti bukan kita membela pelaku tapi hak-hak anak seperti intimidasi pihak penyidik juga telah mengerti hal itu, jika ini nanti langsung kepersidangan kita siap lakukan pendampingan dalam arti jangan sampai anak ini hak-hak dilindungi walaupun dia pelaku kita siap menjamin hak-hak anak.”

Setiap proses hukum yang dilalui pihak BKKBN mendampingi karena anak tersebut tidak boleh sampai depresi, tertekan tapi kesalahan tetap kesalahan jika harus sampai ditahan anak ini tidak boleh sama dengan hukuman orang dewasa.

“Saya masih menunggu laporan dari Kabid, saya belum melihat hasil koordinasi yang telah dilakukan kemarin, kita masih tunggu hasil koordinasi dari Polres karena pihak Kepolisian yang menangani, setelah data kita evaluasi baru dapat kita simpulkan langkah apa yang bisa kita ambil untuk anak tersebut.”

“Untuk kedepannya, kita koordinasi ke pihak Porbi dan kita minta agar mereka harus pastikan anak-anak tidak ada yang tergabung menjadi anggota Porbi maupun partisan/ikut berburu, jika masih tetap dilakukan maka mereka harus mengambil tindakan melarang hal itu terkait usia anak itu sendiri termasuk dalam pengurus maupun anggota Porbi. Kita akan lakukan pendampingan terhadap pelaku dan koordinasi langsung ke pihak Porbi jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi, sebab tidak terpikirkan sebelumnya karena beresiko,” jelasnya lagi.

“Saya pesankan kepada orang tua yang memiliki anak-anak remaja 13 tahun keatas untuk mengawasi anak-anaknya jangan sampai terlibat lagi dalam kegiatan berburu babi ataupun kegiatan orang dewasa yang cukup berisiko orang tua harus berperan untuk mengawasi dalam hal itu.”

Untuk anak-anak masih tergolong dibawah umur kita berharap untuk memanfaatkan waktu terutama untuk belajar dan isi kegiatan-kegiatan yang positif yang pasti tidak membahayakan, kembangkanlah bakat melalui kegiatan-kegiatan seperti ekstrakulikuler yang ada di sekolah sesuai dengan porsi umur anak tersebut. (YNS/MNHR)

 

About adminSNN

Check Also

Danramil 0409/RL Tinjau Lamgsung Lokasi Pelaksanaan TMMD, Jelaskan Upaya Pembangunan yang Dilakukan

LEBONG, SNN – Setelah diresmikannya kegiatan TMMD yang ke 109 di Aula Setdakab Lebong hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *