Rabu , 23 Oktober 2019
Breaking News
previous arrow
next arrow
Slider

Home / Bengkulu / Bengkulu Selatan / Brigade Alsintan Dinas Pertanian Bengkul Selatan Terjun Normalisasi Sawah

Brigade Alsintan Dinas Pertanian Bengkul Selatan Terjun Normalisasi Sawah

 

BENGKULU SELATAN,SNN – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Dinas Pertanian menurunkan mini excavator untuk melakukan normalisasi beberapa hamparan sawah. Baik sawah yang rusak akibat terdampal banjir maupun sawah yang memang karena topografinya memerlukan normalisasi.

Saat ini dua unit mini excavator milik Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) diterjunkan ke lapangan. Satu unit untuk melakukan normalisasi di persawahan Pematang Gambir Air Nipis dan satu unit di Desa Tambangan.

“Untuk yang di pematang gambir itu sejak Selasa (25/6) sedangkan yang di Tambangan baru mulai kemarin (27/6),” jelas Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan melalui Kabid Sarana Prasarana, Edi Siswanto saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/6/2019).

Normalisasi di Pematang Gambir terkait dengan kondisi beberapa sawah yang terlalu tinggi dan agak sulit mendapat air, sehingga perlu direndahkan atau membersihkan saluran irigasi yang dipenuhi sedimentasi atau sampah. Sedangkan yang di Tambangan diperlukan normalisasi akibat ada beberapa titik sawah yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir beberapa waktu yang lalu.

Edi Siswanto mengaku, sejak dibentuknya Brigade Alsintan, minat petani untuk menggunakan Alsintan sangat tinggi. Terlebih Alsintan dipinjamkan secara gratis. Petani dan/atau kelompok tani hanya menyiapkan BBM, biaya operator dan biaya mobilisasi.

“Apalagi Alsintan kita sudah lengkap, mulai dari pengolahan tanah sampai pasca panen sudah tersedia. Di Brigade Alsintan ada Handtractor, tresher, pompa air, multiguna, mini excavator, combine dan alat tanam. Petani silahkan kalau mau pinjam, gratis. Tapi BBM, biaya mobilisasi dan operator sediakan sendiri,” imbuh Edi.

Sambung Edi, ini bukan yang pertama kali brigade Alsintan turun melakukan normalisasi sawah.

“Sudah sering, excavataor mini ini hampir terus menerus dipakai, jarang nganggur,” tukasnya.

Bukan hanya untuk normalisasi persawahan, menurut Edi, Mini Excavator dan semua Alsintan diperbolehkan untuk dipakai. Sepanjang untuk keperluan pertanian dan perkebunan masyarakat. Bagi petani yang membutuhkan silahkan menghubungi Dinas Pertanian atau PPL setempat.

“Saat ini satu unit mini excavator milik Brigade juga sedang dipakai di Desa Talang Tinggi Kecamatan Ulu Manna untuk pembukaan lahan baru untuk kebun kopi dan jagung. Bekas pohon yang ditebang itu kan dibuang dan dibersihkan pakai exca,” demikian Edi.

 

Pewarta : Aslan Hasibuan

Editor    : Asri

About adminSNN

Check Also

Penyuluhan Bahasa Indonesia Bagi Insan Media

KOTA BENGKULU, SNN – Kantor Bahasa Bengkulu  Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan  Kementrian Pendidikan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *