Senin , 9 Desember 2019
Breaking News
previous arrow
next arrow
Slider

Home / Bengkulu / Bengkulu Selatan / Cara Hindari Kekerasan dengan Pola Asuh Yang Positif

Cara Hindari Kekerasan dengan Pola Asuh Yang Positif

BENGKULU SELATAN, SNN – Sudah menjadi tugas sebuah keluarga untuk membangun dan membentuk kepribadian dan mental yang sehat seorang anak.

Di tengah keluarga, seorang anak berhak mendapat haknya agar tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari tindak kekerasan, penelantaran, tindak kekejaman fisik  maupun diskriminasi.

Hal itu dikatakan Ketua P2TP2A Bengkulu Selatan, Lena Gusnan pada kegiatan Sosialisasi Pengasuhan Positif Dalam Rangka Perlindungan Anak Pada Kader PATBM dan SATGAS PPA Desa dan Kelurahan di Aula Gedung Serba Guna Desa Tebat Kubu, Kecamatan Kota Manna, Kamis (11/4/2019).

Dijelaskan Lena, pengasuhan positif yang dimaksud adalah pengasuhan berdasarkan kasih sayang, saling menghargai, membangun hubungan yang hangat antara anak dan orangtua, saling membangun serta memfasilitasi tumbuh kembang anak.

“Pendekatan yang mengedepankan penghargaan, pemenuhan dan perlindungan hak anak, juga mengedepankan kepentingan terbaik anak. Itulah yang harusnya dilakukan,” ujar Lena.

Lena melanjutkan, sebagai salah satu upaya untuk memberikan lingkungan yang bersahabat dan ramah sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

“Nah, cara – cara itulah yang kedepannya nanti dapat menghindari kekerasan yang dialami anak,”  kata Lena.

Dengan begitu sambungnya, maka dapat terwujud serta terciptanya rujukan pengasuhan, pendidikan, kesehatan, perlindungan bagi anak dan orangtua serta keluarga untuk menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.

“Pemerintah juga akan ikut berperan dalam mengatasi masalah ini diantaranya dengan berbagai langkah dan kegiatan sosialisasi di tengah masyarakat,” pungkasnya.

 

Pewarta : Aslan Hasibuan

Editor     : A s r i

About adminSNN

Check Also

Replikasi Inovasi Desa ‘Study Banding’ Desa Kecamatan Merigi Sakti Dan Desa Blau

LEBONG, SNN – Replikasi Inovasi Desa “Study Banding”  antara tim pelaksana Desa Kecamatan Merigi Sakti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *