Sabtu , 19 September 2020
Breaking News

Home / Daerah / Choirul Huda-Rahmadi, Kita Koalisi Rakyat Bukan Koalisi Elit

Choirul Huda-Rahmadi, Kita Koalisi Rakyat Bukan Koalisi Elit

MUKOMUKO, SNN – Menjelang Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang, banyak isu-isu miring yang bermunculan untuk menjatuhkan pada calon pemimpin. Begitupun yang dirasakan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pemenangan Kabupaten Mukomuko.

Pasangan calon Bupati dan Wabup Choirul Huda, SH dan Rahmadi AB, merasakan terpaan isu-isu yang beredar dimasyarakat yang merupakan strategi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kepentingan.

Menanggapi hal ini melalui Ketua Pemenangan Muslim Cahniago tidak sependapat dengan isu-isu miring tersebut beliau menjelaskan bahwa, “ada beberapa hal yang harus saya klarifikasi, kita tidak menggunakan istirahat head to head, karena bagi kita hand to hand itu anti demokrasi identik dengan kekerasan dan anti toleran, kenapa saya nyatakan demikian sebab istilah itu biasa digunakan di ring tinju, maka dari itu pasangan Choirul Huda-Rahmadi bersama tim tidak pernah menggunakan istilah tersebut, yang kita gunakan adalah “dua pasang calon” dan itu adalah istilah yang diberikan oleh Undang-Undang dan kita menggunakan itu, jadi kami tidak pernah menggunakan istilah head to head dan kami tidak setuju dengan istilah itu,” terangnya.

Memang saya akui pasangan calon Choirul Huda-Rahmadi, diserang dengan isu-isu negatif, dengan tuduhan-tuduhan yang tidak mendasar, mengada-ada dengan berbagai macam fitnah, dan itu semua kami lihat sebuah sikap yang tidak demokratis,” tuturnya.

Selain itu Muslim Cahniago juga menjelaskan terkait sistem koalisi yang digunakan pada masa jabatan Bupati Choirul Huda.

Kita menamakan diri kita sebagai koalisi rakyat bukan koalisi elit, jadi kita tidak pernah menamakan kelompok lain kita hanya menamakan itu saja.”

Pada masa kepemimpinan Bupati Choirul Huda selama 4 tahun ini fokus pada infrastruktur rakyat seperti pembangunan jalan, jembatan, JUT, JUP, kemudian di bidang pendidikan, kesehatan, nelayan itu semuanya infrastruktur rakyat, jadi pemerintahan memfokuskan program kegiatan kerja pada infrastruktur rakyat  bukan infrastruktur pemerintah.

Dapat kita lihat pertumbuhan ekonomi selama ini meningkat diatas 5%-6% jadi pertumbuhan itu konstan pertumbuhan ekonomi Mukomuko selama 10 tahun terakhir memang diangka itu, artinya jika ada yang mengatakan pertumbuhan di Mukomuko tidak ada perubahan, mengapa ekonomi itu tumbuh di atas 5% berdasarkan statistik.

Jika tidak ada pertumbuhan artinya kemajuan di Kabupaten Mukomuko itu jelas dan nyata, jika ada yang tidak mengetahui, tidak memahami, dan tidak mempelajari Mukomuko secara baik pasti orang tersebut mengatakan tidak ada pertumbuhan dan jika orang tersebut cerdas maka dia akan mengatakan bahwa perkembangan selama kepemimpinan Bupati Choirul Huda itu besar,” pungkas Muslim. (VIC)

 

About adminSNN

Check Also

Penuh Kekompakan Personel Kodim 0409/RL Bersama Warga Desa Siap Sukseskan TMMD

LEBONG, SNN – Dengan kompak dan penuh semangat para personel Kodim 0409/RL yang bertugas pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *