Sabtu , 22 Februari 2020
Breaking News
previous arrow
next arrow
Slider

Home / Bengkulu / Bengkulu Utara / ‘Dekes Ite Ba’es Dekemai Ite Lai, Amen Coa Ite Api Igai, Amen Coa Unyo Tengen Igai’ Jadi Motto FMR Bengkulu Utara

‘Dekes Ite Ba’es Dekemai Ite Lai, Amen Coa Ite Api Igai, Amen Coa Unyo Tengen Igai’ Jadi Motto FMR Bengkulu Utara


BENGKULU UTARA, SNN – Pelantikan Ketua umum Forum Masyarakat Rejang (FMR) periode 2020 – 2024 hari ini menjadi moment tersendiri bagi masyarakat Rejang di kabupaten Bengkulu Utara.

Sebagaimana yang disampaikan oleh penasehat organisasi Forum Masyarakat Rejang (FMR) kabupaten Bengkulu Utara Dr.ir. H. Muhammad Imron Rosyadi.MM,Msi. Kepada ketua umum yang baru dan dilantik pada hari ini (21/01) Semoga organisasi Forum Masyarakat Rejang (FMR) dapat menjadi cermin untuk ke depan yang lebih baik dan bersatu atas kepemimpinan H. Hazadin Harun.

Dengan motto ‘Dekes Ite Ba’es Dekemai Ite Lai’, Amen Coa Ite Api Igai, Amen Coa Unyo Tengen Igai artinya Bersatu kita bagus, sama visi misi kita Besar kalau bukan kini kapan lagi.

Saya berharap kedepannya Forum Masyarakat Rejang (FMR) kabupaten Bengkulu Utara, dapat bersinergi untuk menentukan sikap dalam menghadapi era globalisasi, karena kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi.”

Untuk diketahui Rejang itu kuat dan mempunyai aksara tersendiri. Lebih kurang Dari sebelas tulisan aksara di Dunia rejang salah satunya dengan nama huruf kaganga. Hal tersebut menunjukan datuk moyang kita adalah tergolong orang – orang hebat yang sudah memberikan suatu pola pikir yang luar biasa pada zaman terdahulu,” jelas Dr.ir.H. Imron Rosyadi. MM,Msi, Saat menyampaikan kata sambutannya.

Dari sekitar 235 orang yang di Lantik, sebagai pengurus DPD Forum Masyarakat Rejang (FMR) Kabupaten Bengkulu Utara, diantaranya, Sebagai ketua umum H. Hazadin Harun, Ketua Pelaksana Harian, Syariyus Syarkawi, Sekretaris Umum Kalman Damawi.

Dalam Sambutan H. Hazadin Harun, menyampaikan rasa Optimismenya persatuan masyarakat rejang kabupaten Bengkulu Utara masih bisa diperbaiki. Menjadi tolak ukur kita semua, khususnya untuk suku rejang yang ada saat ini adalah kantor, mobil Ambulans, beserta aset – aset lainnya.

FMR salah satu wadah untuk menyampaikan aspirasi kita semua. “Tolong sampaikan informasi-Informasi yang benar terhadap sanak-sanak kita dimanapun berada, Jangan mengadu domba, dengan informasi-Informasi yang menyesatkan, membuat kita semakin lama semakin tergusur di bumi nenek moyang kita sendiri. FMR bukan la wadah/perkumpulan politik, untuk itu saya meminta Adek sanak bisa membedakan organisasi politik dengan organisasi sosial, jangan kita sok pintar dewek – dewek kalau kita tidak bisa bersatu maka semakin lama, kita sendiri akan menjadi orang asing di rumah kita sendiri,” jelas Hazadin.

Lanjut Hazadin, “pelantikan hari ini, bukan la tugas dan tantangan yang mudah akan dihadipi untuk kedepan ini. Kedepan kita harus punya semangat dan nawa cita yang baru, salah satu tugas yang menanti kedepan ini adalah, sesegera mungkin melantik pengurus – pengurus kecamatan, di kecamatannya masing – masing,” jelas Hazadin Harun.

Perlu semua masyarakat rejang dimanapun berada ketahui bahwa FMR bukan la milik segelintir orang atau hanya pengurus saja namun milik kita masyarakat rejang. Kantor FMR yang telah pengurus terdahu bangun adalah milik anak, cucung dan cicit kita di kemudian hari. Terakhir Saya ucapkan ribuan terimakasih kepada seluruh pengurus FMR yang sebelumnya telah memberikan suatu kepercayaan kepada kami untuk melurus dan memperbaiki serta melanjutkan perjuangan membesarkan FMR kedepan” tutup Hazadin Harun. (AMT)

 

 

About adminSNN

Check Also

Bupati Rejang Lebong Tinjau Langsung Pasar Kuliner di Lapangan Setia Negara

REJANG LEBONG, SNN – Malam Minggu yang cerah dan spesial bagi kaum melenial dan di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *