Jumat , 23 Oktober 2020
Breaking News

Home / Bengkulu / Kepahiang / Desa Air Pesi Mengambil  Sikap Demi Menghindari  Bencana Besar

Desa Air Pesi Mengambil  Sikap Demi Menghindari  Bencana Besar


KEPAHIANG, SNN – Dengan penuh semangat dan antusias serta kekompakan yang telah ditunjukan oleh masyarakat Desa Air Pesi Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang melakukan serata mengambil sikap untuk gotong royong penebasan bayang di jalur jalan Kabupaten Kepahiang, Minggu (19/01).

Penebasan bayang dilakukan di jalur jalan Kabupaten Kepahiang mengarah  ke Desa Air Pesi demi untuk menghindar kejadian yang tidak diinginkan sehingga bisa merenggut nyawa.

Sikap itu yang di ambil cepat oleh pihak desa walaupun kurangnya perhatian dari pihak pemerintah, sudah barang jelas bahwa itu kewajiaban pemerintah, dinas PUPR Kabupaten, lalu kemana dana rutin yang sudah dianggarkan setiap tahun untuk tebas bayang dan cuci siring, di kemanakan dana tersebut, semuanya ?

Sikap melakukan gotong royong tersebut diketuahi langsung dikerjakan oleh Kepala Desa dan jajaran pemerintahan Desa Air Pesi dan segenap masyarakat desanya.

Jalan menuju desa dari simpang Desa Babatan lebih kurang 5 km, menepuh jalur tersebut sangat rawan kecelakan mengingat sebelum di ambil sikap gotong royong, rumput sudah menutupi badan jalan sehingga ruas jalan bersisa 1,5 m dikarenakan itu masyarakat melakukan gotong royong tersebut.

Di saat team media SNN meminta penjelasan Kepala Desa Air Pesi melalui whatsapp Jonson menjelaskan, “kami lakukan gotong royong di hari minggu ini, dikarenakan ruas jalan ini tingal 1,5 m lagi, karena sudah tertutup rumput di kiri kanan jalan yang ketinggiannya lebih kurang 2 m, untuk menghindar kecelakan maka dari itu saya mengimbau dan mengajak masyarakat gotong royong menebas di kiri kanan jalan,” jelasnya.

Lanjutnya, “ada satu kali pihak PU melakukan tebas bayang di jalur menuju desa kami ini, selebihnya kami beserta masyarakat yang melakukannya tebas bayang tersebut, jujur kami tidak mau ada hal-hal yang tidak diinginkan ketika masyarakat ataupun pihak lain yang melintasi jalan ini kecelakan di karenakan ruas jalan sudah tertutup, maka dari itu kita ambil sikap demi kelancaran,” ucap Jonson.

Yang jadi pertanyaan publik, dikemanakan anggaran tersebut ?

Kenapa bisa lepas kontrol ?

Dan siapa yang bertangujawab jika terjadi kecelakan diakibatkan ruas jalan ditutupi rumput yang menjulang ?

Dan lebih miris lagi kok bisa pihak-pihak yang terkait tidak mempertanyakan hal tersebut, maka dari itu kami dari awak media SNN berharap kepada pihak pemeritahan Kabupaten Kepahiang yang terkait agar dapat mempertanyakan hal tersebut dan di tuang di publik, agar masyarakat tahu kejelasan dan ketranspranan dana rutin tersebut, sebab bagian uang masyarakat dana dari pembayaran pajak masyarakat, sehingga bisa menjadi anggaran rutin tebas bayang dan cuci siring. (FB)

 

 

About adminSNN

Check Also

Opname, TMMD Over Target

LEBONG, SNN – Penyerahan hasil TMMD ke 109 TA 2020, sukses dilaksanakan pada Rabu (21/10) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *