Senin , 10 Agustus 2020
Breaking News
Slider

Home / Bengkulu / Rejang Lebong / Desa Sentral Baru Adakan Rapat Terkait Penerimaan BLT Berbentuk Uang Tunai

Desa Sentral Baru Adakan Rapat Terkait Penerimaan BLT Berbentuk Uang Tunai

REJANG LEBONG, SNN – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar memastikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin di desa terdampak Covid-19. Bukan berbentuk barang ataupun sembako, melainkan dalam bentuk uang.

Saat awak media SNN wawancara ada masyarakat yang bertanya, apakah boleh BLT Dana Desa diberikan dalam bentuk sembako ? Jawabannya tidak boleh, harus berupa uang,” ujar Sekdes Sentral Carles keterangan tertulis, Sabtu (25/04).

Dia mengatakan sebisa mungkin BLT Dana Desa diberikan kepada penerima secara non tunai (transfer perbankan). Namun jika benar-benar tidak memungkinkan untuk dilakukan secara non tunai, BLT Dana Desa juga boleh diserahkan secara tertib.

BLT Dana Desa harus diberikan kepada warga miskin di desa yang belum mendapatkan program bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan kartu pra kerja. Menurutnya, BLT Dana Desa diberikan dalam rangka untuk membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat Covid-19. “Tidak mutlak, tapi usahakan betul secara non tunai. Kalau tidak bisa (non tunai), tunai juga tidak apa-apa, yang penting sampai ke penerima BLT dan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik,” terang Carles.

Diketahui, BLT Dana Desa diberikan kepada penerima sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan berturut-turut. Sehingga total BLT Dana Desa yang akan diberikan selama tiga bulan berjumlah Rp 1.800.000 namun bantuan tersebut benar-benar akan kita bagikan kepada 9 atau 14 kriteria yg disebut oleh Mentri desa tersebut.

Himbauan buat masyarakat Sentral Baru khususnya bukan kita tidak mau membagikan secara merata bahkan ibuk bapak Sentral Baru banyak yang mengeluh kepada perangkat desa, pendamping bahkan sampai ke kecamatan mengapa BLT tersebut tidak dibagikan merata, karena kita mengikuti UUD yang sudah ditetap kan dari Mendes ke Dinsos,” tutup Revi Erjani dengan tegas.

Dalam rapat tersebut dihadiri Camat Bermani Ulu Sugianto S. Sos, P3md Revi/Anton, Kepala Puskesmas Jon Kenedi, bhabinkamtibmas Bripka Imam Rosidi, kepala desa Sentral Baru Yongki Afrizal .SH, perangkat Desa Sentral Baru dan tokoh masyarakat desa. (RIO)

 

 

About adminSNN

Check Also

Keterangan Direktur Rumah Sakit Terkait Penumpukkan Sampah Medis Di RSUD Lebong

LEBONG, SNN – Dr. Ari Afriawan selaku Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong meluruskan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *