Jumat , 22 Oktober 2021
Breaking News
Slider

Home / Breaking News / Diduga Dana BUMDes Barumanis dan Pekerjaan Bangunannya, Penuh Dengan Tanda..????

Diduga Dana BUMDes Barumanis dan Pekerjaan Bangunannya, Penuh Dengan Tanda..????

Rejang Lebong| Bengkulu, sinarnusantaranews.com Saat Tim Investigasi mengunjungi Desa Barumanis Kecamatan Bermani Ulu alhasil mendapatkan laporan dari salah satu anggota tukang yang mengerjakan jembatan itu, mengakui bahwa bangunan jembatan itu tidak memiliki besi cakar ayam dan saat pengecoran tiang jembatan Desa Barumanis tersebut malah memasukkan batu yang sangat besar, Katanya….?

Warga yang enggan ditulis namanya mengungkapkan, beberapa kejanggalan. “Pak, bangunan jembatan itu saat kami mengerjakannya ada kejanggalan yang tidak masuk akal pak, masa batu sebesar meja dan sebesar ember itu dimasukkan kedalam tiang coran jembatan itu pak, tidak hannya sedikit pak batu yang dimasukkan banyak,” terang warga.

Tim mempertanyakan siapa yang menyuruh pak ? “Kepala Desa TPKAD ya atau pendampingnya/ kepala tukang.”

Warga mengatakan, “kami tidak berani menyebut namanya pak, tapi intinya kami siap bertanggungjawab apabila tiang jembatan itu ingin di cek kebenarannya dan batu sekitar lokasi itu yang diambil pak, diganti Rp 130.000 per kubiknya dan HOKnya 75  serta Rp 120.000 per orangnya,” terang warga.

Lanjutnya, “tidak hanya kecurangan itu yang kami temukan pak, bahkan dana yang diserap BUMDes Citro Jayo Desa Barumanis ini mulai dari tahun 2017 hingga tahun 2019 BUMDes Cipto Lestari desa kami ini bungkem Alias mangkrak saja pak, sedangkan dana yang kami ketahui jumlahnya lebih dan kurang Rp 650.000.000 juta keseluruhannya pak, jadi kami warga desa yang merasa dibodoh-bodohi ini pak. Jadi mohon bimbingannya untuk membuat laporan terkait indikasi kecurangan yang ada di desa kita ini pak dan pembangunan jembatan tersebut menggunakan material, sekitar dan ditebus seharga Rp 130.000 per kubiknya pak dan harian kami Rp 75.000 dan tukang Rp 120.000 perharinya jadi pertanyaan kami nota pembelian batu untuk SPJnya diambil dimana,” jelasnya.

Hingga berita ini kita rilis Kepala Desa Barumanis menuturkan bahwa bangunan jembatan tidak memakai tiang coran dan hannya batu pasangan. “Mengenai dana BUMDes Citro Jayo itu benar pak lagi vakum soalnya Ketua BUMDes tidak ada, dengan alasan ketuanya mengundurkan diri,” tutur Kepala Desa dengan santai.

Tim berpendapat, “jika benar seperti itu kenapa wakil dan bendaharanya tidak, berfungsi selaku angota BUMDes Barumanis.”

Saat tim konfirmasi salah satu anggota BUMDes Barumanis menjelaskan, “karena saya mengundurkan diri itu jelas ada intren kami tersendiri yang jelas pak kami tidak ingin bertanggungjawab. Masalah dana yang katanya dianggarkan tapi uangnya kami belum mengetahuinya, mulai dari tahun 2017 hingga tahun 2019  ini kami belum melihat adanya pergerakan BUMDes tersebut yang semasa itu dikelolai oleh Redi sebagai Ketua, Bendahara Joko dan Sektaris Kuyit, pak silaHkan bapak cek sendiri atau lebih bagusnya diaudit saja pak tentang administrasinya sekalian pak,“ tutup salah satu anggota  BUMDes Barumanis.

Kepada pihak hukum terkait juga menuturkan, “kami minta agar desa Barumanis di audit secara transparan dan melibatkan tim investigasi SNN /PKNRI, kami bekerjasama dengan lembaga PKN akan membuat dami pengaduan apabila terbukti ada kecurangan di desa Barumanis maka kami akan meminta pihak yang bersangkutan mempertanggungjawabkan perkara tersebut ke ranah hukum yang ada.” (TIM)

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

Desa Air Pesi Laksanakan Pelatihan dan Sosialisasi Hukum Dengan Khidmat

Kepahiang| Bengkulu, sinarnusantaranesw.com – Dengan tujuan yang baik dan disiplin serta taat dengan semua hukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *