Kamis , 22 Oktober 2020
Breaking News

Home / Daerah / Diduga Kuat Ada Permainan Dinas Pertanian Didalam Penangan Cadangan Bahan Pangan Covid -19

Diduga Kuat Ada Permainan Dinas Pertanian Didalam Penangan Cadangan Bahan Pangan Covid -19


REJANG LEBONG, SNN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, untuk menetralisir keterpurukan perekonomian sehingga memprogramkan serta mempaatkan lahar tidur, sehingga untuk menyetarakan serta memulihkan perekonomian masyarakat Kabupaten Rejang Lebong manfaatkan 150 hektare lahan tidur milik pemerintah agar direalisasikan tanam tumbuh di sektor tanaman jagung, demi mengantisipasi menurunnya cadangan bahan pangan ditengah masa pandemi Covid-19.

Dengan memanfaatkan lahan tidur seluas 150 hektare milik pemerintah dan ditanamkan jagung untuk mengantisipasi cadangan bahan pangan ditengah masa pandemi Covid-19.

Dengan terjun langsung Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi mengatakan, Pemkab Rekang Lebong, akan memanfaatkan lahan tidur milik pemerintah seluas 150 hektare akan ditanam jagung untuk mengantisipasi menurunnya cadangan bahan pangan ditengah pandemi Covid-19.

Tahap pertama penanaman bahan pangan cadangan pemerintah dengan jenis tanaman jagung disiapkan 150 hektare maka disiapkan sebanyak 3.750 kilogram bibit jagung dan setiap hektarenya membutuhkan bibit jagung  sebanyak 25 kilogram,” katanya.

Namun program ini diamafaatkan oleh oknum-oknum yang memiliki kepentinga pribadi dan berbagai upaya dilakukan demi meraup keuntungan, sehingga program yang di prioritaskan di tenga pademi Covid ini seakan akan tinggal hisapan jempol pasalnya di duga kuat ada permainan oknum untuk mencari kesempatan musibah ini.

Didalam beberapa hal banyak penemuan yang janggal terjadi di lapangan dan dari hasil investigasi awak media terdapat kejanggalan di salah satu lahan yang terletak di kecamatan Pal 8, bagaimana tidak, lahan tidur yang ada di desa Pal 8 Kecamatan Bermani Ulu Raya yang katanya lahan tidur yang sudah di tanam jagung 15 hektar terasa janggal dan saat awak media SNN mengecek ke lapangan wow… ternyata hasilnya di luar perkiraan bahkan Harian Orang Kerja (HOK) yang menebas lahan di bayar cuma 600 ribu per hektar.

dan lebih anehnya lagi, seharusnya untuk mengerjakan lahan yang sudah ditentukan, dipekerjakan kelompok masyarakat sekitar namun berbeda halnya yang terjadi, disini semua hampir perangkat desa yang mengambil lahan tersebut dan sebagian masyarakat desa hanya melihat dan mendengar adanya Bantuan bibit jagung di desa ini.

Dan hasil dikonfirmasi awak media SNN  kepada Sektaris desa Pal 8 membeberkan, “lahan tersebut berjumlah 15 hektar dan per lima hektarnya dana yang digulirkan oleh pemerintah Rp 10.700.000 jt dibagi lima itu yang lima hektar pak, yang 10 hektar lagi itu diambil alih oleh kelompok tani dan dananya tahap 2 kami belum mencairkan,” ujar Iis.

Yang jadi pertanyaan kenapa sampai lokasi penerima malah mendapat Rp 600.000 untuk upah tebas dan perawatan.

Lanjut Iis mengatakan, “itu semua dikoordinasikan sama Sapril Johan, saya tidak begitu tau detailnya masalah lahan jagung emang baru beberapa hektar yang kita tanam pak,” pungkas Iis.

Dari penjelasan diatas diduga kuat ada permainan antara dinas Pertanian dan perangkat desa Pal 8, dan dari Tahap pertama penanaman, stok bibit jagung komposit yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan untuk penanaman dilahan 150 hektare atau mencapai 3.750 kg, dimana setiap hektarenya rata-rata membutuhkan bibit sebanyak 25 kg. Dan lahan lain yang sudah dipetakan Pemkab seharusnya melibatkan warga sekitar lokasi untuk bekerja dengan tujuan agar mereka ini mendapatkan upah tambahan sehingga dampak ekonomi akibat Covid-19 dapat diminimalisir. (Red)

About adminSNN

Check Also

Penyerahan Hasil TMMD Ke 109 TA 2020, Sukses dan Produktif

REJANG LEBONG, SNN – Dengan menjalankan protokol kesehatan kegiatan penyerahan hasil TMMD ke 109 tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *