Senin , 19 November 2018
Breaking News
previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider
Home / Bengkulu / Kepahiang / DiDuga Oknum Kadus Dusun III Desa Pagar Agung Pungli, Terkait PROYEK PDAM

DiDuga Oknum Kadus Dusun III Desa Pagar Agung Pungli, Terkait PROYEK PDAM

KEPAHIANG, SNN – Pembangunan PDAM Distribusi Utama di kawasan Transmigrasi Desa Pagar Agung Kecamatan Bermani Ilir kabupaten Kepahiang. Proyek PDAM yang bersumber dari dana DAK dengan nilai Rp 994.300.000 yang dikerjakan oleh CV. Antariksa dengan konsultan pengawas CV. Gama Karya Konsultan dalam waktu 150 hari kalender terhitung sejak sebelum puasa beberapa bulan yang lalu di tahun 2018 ini. Rencananya pendistribusi air bersih ke Desa Pagar Agung Dusun III.

Menurut warga Transmigrasi Pagar Agung yang enggan disebutkan namanya. menyampaikan kepada awak media SNN bahwa,

” dimulainya proyek tersebut pada awal bulan puasa tahun 2018 kemaren, sampai saat ini air PDAM belum mengalir Ke Dusun III. Kemaren,minggu tanggal 14 oktober warga dusun III sudah dijelaskan oleh pihak tarkait, bahwa besok tepatnya hari senin 15/10/2018 ,akan mengalirkan air bersih ke Desa Pagar Agung Dusun III, dan biaya dari masyarakat sudah ditarik oleh oknum Kepala Dusun berinisial ST”.

Warga meminta pada awak media SNN Untuk mencari tahu tentang dugaan adanya pungutan biaya yang dIlakukan oleh oknum Kadus Dusun III Desa Pagar Agung,dengan alasan untuk biaya materai dan kepengurusan rekening PDAM. nominal yang diminta kepada warga bervariasi, mulai dari Rp. 10.000 hingga Rp. 20.000/KK dan itu dibayar langsung kepada oknum kadus dusun III pagar agung.

Wartawan SNN langsung mengkonfirmasikan hal tersebut kepada oknum kadus dusun III, tentang dugaan tersebut guna untuk mencari kebenaran tentang laporan warga kepada awak media SNN.

Hal tersebut dibenarkan oleh oknum kadus bahwa dia pernah memungut biaya kepada warganya,

“Kemarenkan sudah dijelaskan kepada masyarakat kalau seumpamanya keberatan idak usah bayar, tapi kelak kalau PDAM masuk dari PU pindah ke PDAM itu urus dewek, terus guno duit Rp.10000 itu untuk beli materai,bukan untuk aku semua, kalau idak ndak klak ngurus dewek dio, dan kalu bapak (red) ngungkit masalah duit itu, aku kembalikan dan kalu ado aponyo klak bapak (red) yang urus nyo”tutur kadus dengan bahasa daerah.

Wartawan SNN juga mempertanyakan kepada oknum Kadus tersebut bahwa pungutan biaya itu, ide /suruhan siapa, namun dengan nada gugup oknum kadus menjawab beberapa pertanyaan,

“Itu idak ada yang nyuruh, tapikan untuk ngambil surat domisili bagi yang belum berpenduduk di desa ini, sebagian buat biaya materai dan photocopy dan idak mungkin kito cuman ngambik bae kek sekdesnyo ?.” Tutur oknum kadus.

( Berseri)

Pewarta : Dudi s
Editor : Asri

About adminSNN

Check Also

Kebakaran Yang Menghanguskan Rumah Dan Isinya

BENGKULU UTARA, SNN – Peristiwa kebakaran hebat terjadi, Subuh dinihari tadi yang menghanguskan sebuah rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *