Selasa , 3 Agustus 2021
Breaking News
Slider

Home / Breaking News / Diduga Pekerjaan Pembangunan TPT Desa Mojorejo Terkesan Tidak Sesuai dengan RAB Alias Gagal Bestek

Diduga Pekerjaan Pembangunan TPT Desa Mojorejo Terkesan Tidak Sesuai dengan RAB Alias Gagal Bestek

Rejang Lebong| Bengkulu, sinarnusantaranews.com Sejumlah Pekerjaan Proyek Pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT)/ Pelapis Tanah yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD), tahun 2020 dengan pagu dana Rp 89.329.300 dengan kode rekening 2.03.92  di Desa  Mojorejo Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong provinsi Bengkulu diduga asal jadi dan terkesan meraup keuntungan pribadi.

Diduga kuat dikerjakan tidak sesuai aturan alias asal-asalan. Terungkapnya kasus ini berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh  tim investigasi SNN saat menijau ke lapangan Kecamatan Selupu Rejang pada Sabtu (24/04).

Pekerjaan Pembangunan TPT Mojorejo dan jalan rabat beton terkesan “asal jadi dan tidak sesuai bestek kerja.”

Ditempat yang sama, tampak jelas, pembangunan tersebut sangat tidak sesuai dan diragukan pengurangan material yang dikerjakan, galian pondasi hanya digali sedikit hingga tampak pondasi TPT tergantung dan diragukan sudah mulai retak -retak dan rapuh di setiap beberapa sisi, hal ini terlihat secara visual, baik itu TPT maupun jalan lingkungan rabat beton.

Di tempat  yang sama ada juga temuan tim investigasi SNN mengenai pekerjaan jalan rabat beton tahun anggaran 2020 Dengan pagu dana Rp 265.388.100 dengan kode rekening 2.03.10 di Desa Mojorejo. Pekerjaan rabat beton sangat tidak sesuai bestek, karena sudah mulai retak-retak setiap 3 m, tampak jelas pembangunan Rabat dan TPT Desa Mojorejo adanya pengurang material.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab kepala desa. “Ini akal-akalan yang kerja, baik buruk tanggung jawab kepala desa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mojorejo belum bisa dihubungi untuk minta keterangan atau konfirmasi terkait pekerjaan tersebut di kediamannya hingga berita ini di rilis.

Kami masih menunggu hak jawab dan hak sanggah dari kepala desa terkait temuan kami, supaya pemberitaan kami berimbang.

Kepada pihak penegak hukum agar bisa menindaklanjuti dan mengaudit pekerjaan  dugaan Mark-up di Desa Mojorejo dan tim bekerjasama dengan Lembaga NCW Rejang Lebong. Dan sudah mengantongi beberapa bukti fisik yang akan kita uji labor, jika dugaan kita benar maka kepala desa Mojorejo akan kita laporkan.

Namun jika tidak mendapatkan hak jawab mengenai pekerjaan di Desa Mojorejo  tim akan laporkan Kades (Kusen) ke penegak hukum atas mengabaikan peraturan dan perundang-undangan tentang Desa Republik Indonesia. (Tim)

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

“Kesempatan Dalam Kesempitan Mencari Keuntungan Dalam Pusaran Anggaran Dana Desa Penangan Covid-19”

Bengkulu Selatan, sinarnusantaranews.com – Kegiatan penangan Covid-19 di desa Kota Bumi Kecamatan Pino tahun 2021 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *