Selasa , 3 Agustus 2021
Breaking News
Slider

Home / Breaking News / Diduga Salah Gunakan Jabatan, Kades Tanjung Aur Dilaporkan

Diduga Salah Gunakan Jabatan, Kades Tanjung Aur Dilaporkan

Kaur| Bengkulu, sinarnusantaranews.com
Senin (21/06) sekira pukul 09.00 Wib, bertempat Padang Kempas di Kejari Kaur sekretaris BPD (Ali Imron) serta anggota BPD 1 orang (Dedy Suryadi) dan masyarakat (Erlan) melaporkan kinerja Kades Tanjung Aur Kecamatan Maje yang diduga melakukan penyalahgunaan jabatan oleh Pemdes Tanjung Aur di tahun 2020 yang mana menurut temuan ada  27 orang penerima BLT-DD Rekayasa dan Rab Desa.

Saat di konfirmasi wartawan pelapor yang enggan disebutkan identitasnya  menyebutkan, “kedatangan kami bertiga di kantor Kejari Kaur bertujuan untuk melaporkan tindak lanjut dugaan penyalahgunaan jabatan dan akan ditindak lanjuti oleh pihak Kejaksaan Negeri kaur.”

Berikut rincian pelapor, Pemdes Tanjung Aur di tahun 2020 dimana menurut temuan ada 27 orang penerima BLT-DD Rekayasa,
Maksud rekayasa ? yang menerima berdasarkan bukti kwitansi dari 27 ini alasannya adalah Meninggal Dunia, tidak lagi berdomisili di desa Tanjung Aur, ada yang pindah ke Provinsi Lampung, selain itu ada juga di luar desa Tanjung Aur.

Diluar itu juga terdapat masalah terkait harga pembelian galian C dimana di dalam RAB Desa Tahun 2020 di ketahui:
– harga pasir Rp 196.000/M3 ditambah biaya lansir Rp 500.000/M3 total Rp 696.000/M3
– batu koral Rp 273.000/M3 ditambah biaya lansir Rp 500.000/M3 total Rp 773.000/M3

Harga pembelian material pasir dan koral, kepada masyarakat diduga tidak sesuai yang mana hasil konfirmasi kami dengan penyuplai material harga pembelian sampai dilokasi, harga koral Rp 400.000/M3 dan harga pasir Rp 350.000/M3. Dalam perhitungan harga di  RAB dan harga beli di lapangan sangat  jauh selisihnya.

Selain itu ada bukti lain yaitu 1 flasdish berisi rekaman percakapan kepala desa dan BPD menanyakan cap dan rekaman video percakapan tentang, kami menanyakan bantuan BLTDD dan data SPJ tahun 2020 termasuk nama penerima BLTDD.

Saat ini laporan telah ditunjukkan kepada Kejari Kaur Kasi Intel A. Ghufroni. S. H., M. H, dan tembusan laporan ditunjukkan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu,” tutup pelapor. (J.Elyas)

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

“Kesempatan Dalam Kesempitan Mencari Keuntungan Dalam Pusaran Anggaran Dana Desa Penangan Covid-19”

Bengkulu Selatan, sinarnusantaranews.com – Kegiatan penangan Covid-19 di desa Kota Bumi Kecamatan Pino tahun 2021 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *