Sabtu , 26 September 2020
Breaking News

Home / Bengkulu / Bengkulu Selatan / Dinilai Lamban, Kinerja Pjs Kades Tanjung Agung Patut Dipertanyakan !

Dinilai Lamban, Kinerja Pjs Kades Tanjung Agung Patut Dipertanyakan !


BENGKULU SELATAN, SNN – Dalam suasana  bencana Covid-19 yang belum berakhir,  diseluruh dunia, maka Pemerintah Pusat mengeluarkan peraturan untuk pengelolaan Dana Desa (DD) tahun 2020 melalui Menteri Keuangan dan menteri Desa tujuannya untuk tanggap darurat untuk dampak Covid-19.

Permendes No 6 tahun 2020, PMK No 40 tahun 2020, bahkan yang terbaru Permendes No 7  tahun 2020, dan PMK no 50 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan Dana Desa (DD) untuk tanggap darurat bencana Covid-19, untuk dijadikan acuan Pemdes di seluruh Indonesia.

Intruksi Pemerintah Pusat yang sepatutnya dijalankan oleh Pemdes itu, teryata masih juga ada beberapa Desa khususnya di Bengkulu Selatan yang mengecualikan alias mengabaikan intruksi Pemerintah Pusat yang selayaknya dijalankan, karena dampak bencana yang menyangkut terancamnya nyawa manusia.

Berdasarkan penelusuran awak media SNN di Kabupaten Bengkulu Selatan khususnya di Kecamatan Seginim tepatnya di desa Tanjung Agung, yang saat ini dipimpin oleh Pjs Yulian Masturi, Amd yang baru dilantik pada bulan April yang lalu, menjelaskan untuk anggaran tahun 2020 ini Dana Desa (DD) di desa Tanjung Agung masih memprioritaskan pada kegiatan fisik daripada penanganan dampak bencana Covid-19.

Menurut Pjs Kades, ada tiga kegiatan fisik yang dianggarkan salah satunya pekerjaan jalan yang sudah selesai, ditanya masalah anggaran penanganan Covid-19 seperti tempat cuci tangan, masker Pjs Kades menjelaskan belum ada dianggarkan.

Sekarang baru pemberkasan calon penerima BLT sebanyak 36 KK, berdasarkan keputusan dua kali di gelar Musdes beberapa hari yang lalu masalah penyaluaran belum tahu kapan,” ujar Pjs Kades.

Terpisah warga Desa Tanjung Agung bernisial YR sangat menyayangkan hasil kebijakan Pemdes Tanjung Agung yang terkesan mengabaikan untuk anggaran penanganan Covid-19 padahal di desa Tanjung Agung ini masih banyak sekali warga yang terdampak Covid-19 yang belum tersentuh bantuan apapun.

Kenapa pihak Pemdes berbelit-belit mengaalokasikan anggaran yang seharusnya dianggarkan 25% dari jumlah DD, ada apa dengan Pemdes desa Tanjung Agung ? tentu semua ini patut dicurigai karena dinilai terlalu berambisi untuk menganggarkan kegiatan fisik ada sebenarnya, kami minta pihak penegak hukum dan auditor segera memeriksa seluruh anggaran tahun 2020 ini di akhir tahun nanti,” tegasnya.

Pengguna anggaran yang sangat berambisi untuk menggunakan DD di saat negara lagi dilanda bencana memang patut dipertanyakan, ada apa sedangkan anggaran belanja negara saja di prioritaskan untuk penanganan pandemi Covid-19. (A.H)

About adminSNN

Check Also

Gotong Royong Personel Kodim 0409/RL dan Masyarakat, Senjata Andalan Sukseskan TMMD Ke-109 Tahun 2020

LEBONG, SNN – Gotong royong personel Kodim 0409/RL dan masyarakat Sebelat Ulu-Sungai Lisai sudah menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *