Rabu , 14 November 2018
Breaking News
previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider
Home / Bengkulu / Rejang Lebong / Dugaan Pungli Di SD 145 Bermani Ulu Raya

Dugaan Pungli Di SD 145 Bermani Ulu Raya

 

REJANG LEBONG, SNN –  Adanya peraturan dan peringatan terhadap sekolah untuk tidak memungut biaya yang tercantum dalam 58 item dari daftar satgas  saber pungli tidak membuat gentar pihak sekolah.ke 58 item tersebut salah satunya adalah uang SPP/Komite.bahkan komite dijadikan salah satu alat untuk memuluskan keinginan pihak sekolah.

Kali ini praktek dugaan Pungli terjadi di Sekolah Dasar 145 kecamatan Bermani Ulu raya ,Kabupaten Rejang Lebong.Dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah melalui Komite dengan alasan yang tidak jelas. setiap wali murid dipungut dana sebesar Rp. 100.000 dari 183 siswa, bahkan pungutan tersebut diambil dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 dengan jumlah persiswanya bervariasi,  dari Rp. 100.000 sampai dengan Rp. 150.000 persiswa.

Masyarakat,terutama wali mirid sangat merasa resah dengan adanya pungutan yang dilakuka oknum kepala sekolah tersebut.bahkan wali murid menyerakan bukti rekaman vidio dan bukti kwitansi serta poto saat penyerahan uang komite tersebut.

Saat wartawan SNN meminta konfirmasi kepada kepala sekolah SD 145 Kecamatan Bermani Ulu Raya kabupaten Rejang lebong menjelaskan

“kami memang betul mengambil atau memungut uang komite tersebut tapi berdasarkan keputusan rapat,dan itu dilakukan oleh komite untuk membangun pagar dan melunasi utang sekolah ini, dalam pelunasan tanah rumah sekolah ini”ungakap ibu Sunarti S.Pd

Ketika wartawan SNN menanyakan tentang peraturan satgas saber pungli dan Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2016,kepala sekolah mengatakan tidak tahu.Bahkan kepala sekolah mengatakan  pungutan yang dilakukan berdasarkan peraturan SD 145,dan peraturan tersebut tidak bisa ditunjukkan oleh kepala sekolah.

Di waktu dan tempat yang berbeda, wartawan SNN meminta konfirmasi dengan salah satu Dewan guru SD 145 Bermani Ulu Raya yang namanya dimintak untuk tidak dipublikasi menjelaskan,

“kami sudah sering koordinasi dengan kepsek namun bukan perkataan yang baik yang kami terima justru jawaban diluar dugaan kami”,sambil meniru nada bicara kepala sekola.”

“saya bertugas disini SK saya dari Bupati ,jadi semuanya aturan say.,kalau kalian gak terima, SK kalian cari sendiri, biar bisa seperti saya.bukan main terkejut kami seakan-akan tidak ada harga diri kami dimata kepsek tersebut”sambungnya.

“Dari kejadia tersebut guru-guru tidak ambil pusing semua keputusan ataupun progaram progaram di SD ini.Tidak ambil tahu, yang penting gaji kami gak diganggu”ujar sang guru sambil menutupi perkataannya dengan nada agak kecewa.

Salah satu wali murid menuturkan kepada wartawan SNN,

kami la litak dengan SD 145 di desa kami ini,semenjak dipimpin  ibu Sunarti banyak pengeluaran duit.Duit komite la,duit itulah,dak tau kami nyari duit tungat tungit di tengah hari panas tu,idak nyo mikir”ungkapnya dengan nada bahasa melayu  daerah bengkulu.

Sambungnya,” kami mintak ibu tu pindah dari sini dan tolong kek pemerinta Rejang Lebong ko.Memang nian praturan tu,kalau nian mungkin anak kami sebetas kolah sekolahnyo,ungkapnya dengan nada sedih sambil menutupi perkataannya. Masyarakat sangat berharap Pemerinta Rejang Lebong dapat memperhatikan Sekolah tersebut serta dapat memproses kejadian ini sesuai dengan undang-undang yang berlaku serta praturan yang sudah ditetapkan.

Pewarta  : Fheby

 

Editor      : Asri

About adminSNN

Check Also

Tidak Terima PUK-SPAI-FSPMI Karyawan Perusahaan Ancam Mogok

BENGKULU UTARA, SNN – Perusahaan Terbatas (PT) Sawit Mulya Menolak Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *