Jumat , 24 September 2021
Breaking News
Slider

Home / Breaking News / Gedung Desa Duku Ilir Mangkrak, Diduga Uang Material Ditilap

Gedung Desa Duku Ilir Mangkrak, Diduga Uang Material Ditilap

Rejang Lebong| Bengkulu, sinarnusantaranews.com Jika hidup selalu serakah dan haus dengan isi dunia maka hidup tak pernah tenang dan nyaman sampai kapanpun. Semua perbuatan pasti ada ganjarannya (Hadis Buahari Muslim), begini yang terjadi di dalam upaya Pemerintah Pusat untuk mengajari Pemerintah Daerah mandiri dalam pembangunan desa, kerap terjadi pemanfaatan oleh oknum-oknum yang ingin memperkayakan diri sendiri serta mencari hasil yang tidak diridhoi Allah SWT.

Dalam penelusuran Tim Investigasi SNN  terdapat keanehan dan kejanggalan yang semestinya tak perlu terjadi yang mana  sangat menarik bagi tim pencari fakta dan sorotan masyarakat yang penasaran, tertuju dengan sebuah bangunan yang terlihat jelas di tengah-tengah pemukiman masyarakat Desa Duku Ilir Kecamatan Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong yang terkesan mangkrak.

Diketahui bangunan ini di bangun menggunakan Alokasi Dana Desa ( ADD) Sebanyak dua tahap pada tahun 2018/2019. Dana yang terserap dengan bangunan ini Rp.300.000.000-+, dalam dua tahap dengan ukuran bangunan dua lantai 7×7 m.

Yang lebih menarik, diduga kuat dana material yang disebut-sebut dititipkan di salah satu toko bangunan yang terletak di Talang Rimbo yang berjumlah Rp.70.000.000,-+ (Tujuh Puluh Juta kurang lebih) ditilap alis fiktif, pasalnya tim coba menelusuri fakta ke toko Bangunan yang disebut, alhasil Nihil dan yang lebih mengejutkan justru pihak Pemerintah Desa terhutang dengan pihak toko bangunan. Tidak hanya ini besar dugaan bahwa laporan pertanggung jawaban di akhir tahun diduga ditipulasi alias palsu, pasalnya beda yang terjadi di lapangan, serta sistem HOK (Harian Orang Kerja ) diduga ditipulasi alias topeng untuk mengelabui. Pasalnya pekerjaan Gedung Desa ini diduga dipihak tigakan.

Maka dalam hal ini tim mencoba menghubungi Mantan Kepala Desa Duku ilir namun sudah 3 kali dikunjungi di kediamannya alhasil tak ada, alias nihil dan tim mencoaba menghubungi Kepala Desa yang baru, berikut penjelasannya:

Kita tidak tahu tentang bangunan Gedung Desa  ini pak, sampai saat ini kami belum menerima gedung ini, kalau penjelasan dari perangkat desa yang lama bahan yang ada cuman kaca di tempat, itupun sebatas lisan karena saya belum juga melihatnya secara pasti jadi tentang hal yang lain kami belum tahu dan saya juga tidak menayakan secara rinci kepada mantan kepala desa,” ucap Alip Kepala Desa Duku Ilir.

Menurut Laporan narasumber J (45) mengatakan bahwa temuan di bangunan balai Desa ini lebih dan kurang 70 juta, “saat kami mengetahui bahwa mantan kepala Desa mengatakan bahwa dia pernah menitipkan barang bangunan tersebut di toko bangunan Herman, namun saat tim mengecek ke toko bangunan yang terletak di Talang Rimbo tersebut pihak tokoh membantah adanya titipan barang tersebut dan malah pihak Desa Duku Ilir yang ada sangkutan di tokoh ini,” terang narasumber.

Sampai berita ini dirilis hingga ditayangkan kami belum bisa mengkonfirmasi atau meminta hak jawab mantan kepala Desa Duku Ilir namun sudah upayakan agar dapat terhubung dengan Mantan Kepala Desa melalui Kepala Desa yang menjabat saat ini alhasil pesan sudah disampaikan kepada mantan kepala desa namun jawaban dari mantan kepala desa dia akan memanggil seluruh mantan perangkat Desa Duku Ilir untuk mengklarifikasi.

Di dalam hal ini Tim Investigasi SNN  meminta kepada pihak Inspektorat agar segera mengaudit Desa Duku Ilir baik administrasi hingga fisiknya, jika memang Inspektorat Kabupaten Rejang Lebong masih memiliki taring.,,??!! hingga masyarakat puas dengan kinerja Inspektorat jangan hanya diam dan menerima begitupun hendaknya kepada pihak APH,,!!?? agar segera mengambil tindakan yang terukur sesuai SOP yang dimiliki sehingga keadilan dan ketransparanan di Kabupaten Rejang Lebong ini betul-betul ditegakkan dan diakui. Pasalnya kepercayaan masyarakat dan para aktifis mulai memudar melihat kinerja APH di dalam menupas KKN di Kabupaten Rejang Lebong ini diduga banyak membeku bak es yang tak kunjung cair. Maka dari ini timbulkan lagi kepercayaan masyarakat terhadap APH di  Kabupaten Rejang Lebong, agar bersama-sama menumpas korupsi, kolusi dan nepotisme yang selama ini telah merugikan rakyat demi tujuan pribadi dan memperkayakan diri sendiri. (FB)

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

Kunker Bupati dan Wabup Empat Lawang di Kecamatan Sikap Dalam Berlangsung Khidmat

Empat Lawang, sinarnusantaranews.com – Dalam rangka mengukuhkan tali silaturahmi dengan Pejabat di dalam lingkungan Kepemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *