Jumat , 23 Oktober 2020
Breaking News

Home / Bengkulu / Harga Cabai Merah Anjlok Disejumlah Daerah, Segini Harga Di Bengkulu

Harga Cabai Merah Anjlok Disejumlah Daerah, Segini Harga Di Bengkulu

BENGKULU, SNN – Anjloknya komoditas cabai merah di berbagai wilayah di Indonesia membuat petani cabai merugi hingga puluhan juta. Disamping akibat dampak Covid-19 yang mengakibatkan banyaknya terjadi PHK dan pelarangan kegiatan keramaian seperti pesta pernikahan juga akibat panen raya di sejumlah daerah.

Diungkapkan Rian petani asal Kepahiang, dirinya mengalami kerugian yang sangat besar karena biaya tanam yang tidak sedikit namun harga jual sangat rendah. “Ya, tapi mau gimana lagi memang kondisinya seperti ini, meski harga cabai di tingkat petani sangat rendah kita bersyukur masih bisa jual dan ada pembeli. Harapan saya harga cabai bisa naik kembali, biasanya saat musim Ramadhan harga cabai lumayan. Tapi sekarang benar-benar murah sekali,” ungkapnya.

Sementara itu pantuan di sejumlah pasar di Bengkulu harga pasaran cabai merah memang menurun, di pasar Pagar Dewa hanya 15 ribu, pasar Lais 16 ribu dan di pasar Panorama 14 sampai 16 ribu per kgnya.

Eti, pedagang cabai yang biasanya melapak di pasar Panorama, ia pun mengakali menjual cabainya dengan cara online. Hal ini ia lakukan mengingat jika hanya melapak saja pembeli kurang. “Sepi mbak, harga cabai murah kita ngecernya, kalau ngandalin lapak payah pembeli yang datang sangat sedikit, ya kita jualnya online juga biar dapat uang,” kataya Selasa (05/05) sore.

Sementara itu, ketua Hipmi Kota Bengkulu Joko Fajar berpendapat, “anjloknya harga cabai ini merata terjadi disejumlah daerah. Belum lagi daya beli masyarakat kita sangat rendah dampak dari Corona ini, akibat aktivitas ekonomi terbatasi oleh kebijakan pemerintah. Belum lagi masuknya cabai dari kerinci dan luar Bengkulu. Meski secara umum harga cabai di semua daerah memang sedang turun. Kedepan, kita berharap petani tidak saja menjual dalam bentuk cabai saja apabila harga sedang rendah. Namun bisa juga di buat seperti abon cabai, ataupun bubuk cabai.”

Nanti akan saya sampaikan ini ke Hipmi Pusat, supaya ada pembinaan pelatihannya dan jaringan pasarnya jika menjadi produk cabai bubuk akan sangat mahal, ini bisa membantu petani. Tentunya disini peran pemerintah daerah sangat di harapkan,” tutupnya. (C.P)

About adminSNN

Check Also

Opname, TMMD Over Target

LEBONG, SNN – Penyerahan hasil TMMD ke 109 TA 2020, sukses dilaksanakan pada Rabu (21/10) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *