Jumat , 16 November 2018
Breaking News
previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider
Home / Internasional / Hari Demokrasi Internasional, LBC Memperkuat Konsolidasi Demokrasi

Hari Demokrasi Internasional, LBC Memperkuat Konsolidasi Demokrasi

MAKASSAR, SNN – Pada momentum Hari Demokrasi Internasional yang jatuh pada setiap tanggal 15 September, Lembaga Brorivai Center, lembaga Demokrasi di Indonesia yang konsern dengan penguatan nilai-nilai demokrasi, mengingatkan kepada segenap masyarakat agar tidak menjadikan demokrasi sebagai perayaan belaka, tetapi menjadi peringatan untuk memperkuat konsolidasi demokrasi.

Mungkin tak banyak yang tahu jika hari ini, 15 September 2018, dunia memperingati Hari Demokrasi Internasional. Hari Demokrasi Internasional diputuskan sejak tahun 1988 oleh PBB.

Indonesia adalah penganut sistem demokrasi terbesar ketiga di dunia. Indonesia memiliki sejarah demokrasi yang cukup panjang dan saat ini terus meningkatkan dan memelihara nilai-nilai serta praktek demokrasi yang sudah dijalankan.

“Momen ini bukanlah sebuah peringatan belaka. Namun lebih pada memperkuat penerapan konsep konsolidasi demokrasi,” kata Brorivai Center (BRC) melalui Foundernya, Abdul Rivai Ras, Jumat, 14 September 2018.

“Kita dapat merujuk pada salah satu pemikiran politik Larry Diamond, dalam bukunya Developing Democracy toward Consolidation (1999), yang mengungkapkan bahwa konsolidasi demokrasi sebagai persoalan bagaimana merawat stabilitas dan persistensi demokrasi,” papar Doktor Ilmu Politik UI ini.

Lanjutnya, konsolidasi demokrasi menekankan pada proses pencapaian legitimasi yang kuat dan dalam, sehingga semua aktor politik yang signifikan, baik pada level massa maupun elite, percaya bahwa pemerintahan demokratis adalah yang paling tepat bagi masyarakat kita saat ini.

Karena itu, melalui Brorivai Center yang dikembangkan sebagai lembaga strategis untuk riset politik, keamanan, dan pembangunan serta tanggap sosial ini, mengharapkan agar pihak pihak yang terlibat dalam konsolidasi demokrasi harus konsisten untuk menjalankannya.

Setidaknya lembaga atau institusi politik, baik partai politik, elite, kelompok-kelompok kepentingan maupun masyarakat politik dapat bersinergi.

Menurutnya, pentingnya kesepakatan bersama menyangkut “nilai-nilai politik” yang bisa memfasilitasi dan mempertemukan berbagai elemen politik di atas, sehingga mewujud menjadi suatu kekuatan yang relatif padu selama dalam perjalanan transisi menuju demokrasi.(dilansir dari kumparan.com)

 

About adminSNN

Check Also

Kepala Desa “AROGAN “Lapen Dan Drainase Asal Jadi

REJANG LEBONG, SNN – Pembangunan Lapen dan Drainase dinilai asal jadi, oknum Kepala Desa Air …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *