Jumat , 16 November 2018
Breaking News
previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider
Home / Bengkulu / Hutang Budi

Hutang Budi

Ustad Junaidi Hamzah bersama gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno dalam suatu kesempatan

SNN – Hidup di era digital membuat kita nafsi-nafsi seakan persaudaraan semakin jauh,persahabatan dan karib tak se erat dulu, ditambah dengan sloga no free lunch. Tidak ada makan siang yang gratis membuat rasa hidup sepenanggungan semakin jauh.

Dahulu tetua kita hidup bertanam budi, Hingga beban dalam hutang budi terbesit dalam puisi lama yakni pantun.

Pisang emas bawa berlayar
Masak sebiji di dalam peti
Hutang emas dapat dibayar
Hutang budi dibawa mati

Sedemikian kuat cara adat dan bermasyarakat hingga mampu menggeser nilai uang, Budi baik kadang melebihi ikatan saudara kandung. Budi baik sanggup menaruh nyawa.

Meski milenium dengan segala kemudahan serta fasilitas serba ada. Tapi ingat, budi baik tetap dijunjung jua. Meski hidup dalam kemewahan dunia, budi baik tetap akan dikenang sepanjang masa (Salam UJH).

 

Pesan Harian UJH edisi jumat 7 september 2018

Sumber : Jannata

Editor : Arwin Binardi

About adminSNN

Check Also

Jalan Panjang berliku

SNN – Perjalanan panjang kadang melelahkan bila sepanjang perjalanan tidak mampu dinikmati dengan indah, sebab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *