Rabu , 23 Oktober 2019
Breaking News
previous arrow
next arrow
Slider

Home / Bengkulu / Bengkulu Utara / Indomaret Tomimas Di Desa Pasar Kerkap Melanggar 3 Perizinan

Indomaret Tomimas Di Desa Pasar Kerkap Melanggar 3 Perizinan

BENGKULU UTARA,SNN – Toko swalayan Indomaret yang dibuka di Kabupaten Bengkulu Utara dengan nama Tomimas (Toko Milik Masyarakat), yang berada dibawah naungan PT Indomarco Prismatama,disinyalir telah beroperasi tanpa memiliki izin resmi alias ilegal.Tomimas yang dimaksud, yang beroperasi di desa Pasar Kerkap Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara.

Diketahui, toko Indomaret yang mulai masuk ke Kabupaten Bengkulu Utara sejatinya, mengedepankan aturan yang berlaku. Mulai dari perizinan, hingga kesepakatan dengan pihak Pemkab Bengkulu Utara, demi menunjang kebutuhan masyarakat Bengkulu Utara. Namun hal tersebut, tidak dilakukan oleh pihak Indomaret, dan nekat membuka transaksi yang berlokasi di desa Pasar Kerkap, sedang seluruh perizinannya keluar.

Berdasarkan data yang terhimpun awak media, Indomaret Tomimas desa Pasar Kerkap, sudah melakukan transaksi yang diduga ilegal, sejak tanggal 29 Mei 2019. Hal ini jelas terindikasi sudah mengangkangi regulasi aturan yang berlaku,diantaranya peraturan menteri Perdagangan Nomor : 70/MDAG/PER/12/2013 Jo Peraturan menteri Perdagangan Nomor : 56/MDAG/PER/9/2014, tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Pada pasal 24 ayat 1 menyebutkan, bahwa pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha dibidang pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern, wajib memiliki izin usaha sebagai legalitas. Dan pada ayat 2 disebutkan, bahwa izin usaha sebagaimana dimaksud, meliputi Izin usaha toko Modern (IUTM) untuk minimarket, supermarket, departemen store, hypermarket dan perkulakan.

Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM) Kabupaten Bengkulu Utara Margono, S.Pd, MM ketika dikonfirmasi tidak membantah hal tersebut. Ia pun menyebutkan, bahwa yang dilanggar oleh pihak PT Indomarco Prismatama yang membuka Indomaret Tomimas, tiga perizinan sekaligus. Dimana, kendati belum memiliki izin namun tetap beroperasi.

“Kami atas nama Pemkab Bengkulu Utara, sudah melayangkan surat teguran pertama yang langsung di teken oleh Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an. Dalam hal ini, pihak perusahaan tersebut langsung merespon dan menyampaikan bahwa perizinannya tengah dalam proses. Kendati demikian, sejatinya, jika izin belum keluar tidak boleh beroperasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Margono pun menyampaikan, meskipun pihaknya selaku bidang teknis terkait perizinan tersebut, tidak dapat melakukan eksekusi penutupan Indomaret Tomimas di desa Pasar kerkap tersebut. Mengingat itu ditegaskan lebih jauh oleh Margono, bukanlah kewenangan pihaknya, melainkan kewenangan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bengkulu Utara.

“Makanya, surat teguran yang sudha kami layangkan pada tanggal 10 Juni 2019 silam tersebut, kami tembuskan ke pihak Satpol PP. Lantaran, kami hanya bisa menegur, bukan mengeksekusi kesalahan dari pihak perusahaan yang membandel, karena masih tetap beroperasi kendati izinnya belum terbit,” demikian Margono.

Dirilis dari rubriknesw.com

 

About adminSNN

Check Also

Penyuluhan Bahasa Indonesia Bagi Insan Media

KOTA BENGKULU, SNN – Kantor Bahasa Bengkulu  Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan  Kementrian Pendidikan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *