Minggu , 9 Agustus 2020
Breaking News
Slider

Home / Daerah / Kegiatan Pokja dan Ketahanan Keluarga Berbasis Tribina dan Kegiatan Penanganan Stunting Di Kampung KB Desa Lebong Tambang

Kegiatan Pokja dan Ketahanan Keluarga Berbasis Tribina dan Kegiatan Penanganan Stunting Di Kampung KB Desa Lebong Tambang

LEBONG, SNN – Kelompok Kerja (Pokja) Lokakarya Mini Desa, Kampung KB Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong melaksanakan sosialisasi terhadap masyarakat terkait kegiatan Pokja dan Ketahanan Keluarga Berbasis Tribina dan kegiatan penanganan stunting, Selasa (21/07).

Bertempat di Balai Desa Lebong Tambang kegiatan sosialisasi ini dimulai sekira pukul 09.30 yang dihadiri oleh Camat Lebong Utara, Sekdes dan perangkat, Babinsa Serda Irfan Suherman, Ketua BPD dan anggota, Kasi P3AP2KB, Kader KB, dan masyarakat desa Lebong Tambang.

Kepada awak media PLKB Kecamatan Lebong Utara Febriantika S.KM menjelaskan, “ini merupakan kelompok kerja dan ketahanan keluarga berbasis tribina dan kegiatan penanganan stunting, kita di Kampung KB itu terdapat kelompok Bina-Bina diharapkan kelompok itu menjadi pelopor untuk pencegahan stunting khususnya di desa Lebong Tambang,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, dari yang saya lihat masyarakat di setiap ada acara mereka selalu antusias dan diharapkan juga masyarakat dapat mengimplementasikan dari pengetahuan yang mereka dapat disini, untuk Kader-Kader dan ketua kelompok BKBnya nanti dapat mengimplementasikan di keluarganya itu sendiri.”

Saat ini BKKBN hadir dengan cara baru dengan semangat baru didalam keluarga Indonesia salah satu yel-yel yang sedang berkembang itu jika menyebutkan BKKBN, maka dijawab, “berencana itu keren” karena yang dinamakan KB itu otomatis ada berencananya.

Jika dulu hal yang paling di kenal dari masyarakat bahwa 2 anak lebih baik, menjadi 2 anak cukup, saat ini telah ada perubahan oleh Ketua BKKBN Pusat dengan “2 Anak Hebat, Dashyat.”

Himbauan yang disampaikan oleh penyuluh KB Kecamatan Lebong Utara, “pada masa mewabahnya Covid-19 seperti ini, walaupun saat ini telah diterapkan New Normal kita tetap menganjurkan untuk penundaan kehamilan apalagi dengan melihat kondisi saat ini untuk penggunaan fasilitas kesehatan yang dibatasi seperti untuk memeriksa kehamilan masyarakat menjadi was-was yang menyebabkan tumbuh kembang pada anak terganggu dan tidak maksimal takutnya terjadi stunting.”

“Dengan adanya kegiatan sosialisasi hari ini saya harapkan terutama untuk kelompok Tribina bisa menjadi pelopor di desanya maupun desa lain terutama terkait masalah stunting,” tutup Febriantika S.KM.

 

Laporan : M. Yunus

About adminSNN

Check Also

Jelang Musda Hipmi Provinsi Bengkulu, Ini Caketum Yang Akan Maju

BENGKULU, SNN – Siapa yang tidak kenal Hipmi, organisasi besar yang telah berusia 48 tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *