Rabu , 14 November 2018
Breaking News
previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider
Home / Bengkulu / Kuat Dugaan PLN Atau Perusahaan Cina Di Bengkulu Salahi Prosedur

Kuat Dugaan PLN Atau Perusahaan Cina Di Bengkulu Salahi Prosedur

BENGKULU, SNN – Dugaan salahi Prosedur oleh pihak ketiga PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) dalam pembangunan Gardu Induk (GI) 150 KV di Padang Ulak Tanjung, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah dan  izin mengunakan lahan yang dikeluarkan PLN Persero Bengkulu yang tidak sesuai aturan, hal ini semakin diperkuat atas tanggapan dari pihak PLN Bengkulu dan DPRD Provinsi Bengkulu yang sama sekali tidak tahu terkait aset negara yang diserobot pihak Perusahaan Cina di bengkulu.

Menurut informasi salah satu bagian dari proses pengerjaan mega proyek di Provinsi Bengkulu yang memakan anggaran Triliunan ini, dikerjakan oleh PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) dalam Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara, yang terpusat di Pulau Baai dan bagian dari itu termasuk pembangunan Gardu Induk (GI) 150 KV yang saat ini ada indikasi bermasalah dengan status lahan.

Saat dikonfirmasi ke pihak PLN Persero Bengkulu yaitu Manager UP3 Area Bengkulu, Nova Sagita terkait status lahan yang digunakan PT TLB dalam membangun gardu induk, beliau menuturkan bahwa pihak PLN tidak tahu status lahan dan perizinan pengerjaan pembangunan GI tersebut, sedangkan menurut pantauan wartawan SNN di lokasi bahwa secara jelas ada surat dari PLN Persero Bengkulu yang memberi izin kepada pihak TLB dalam melakukan pembangunan Gardu Induk tersebut.

Terkait pembangunan PT TLB, kami dari PLN UP3 Bengkulu tidak mengetahui terkait perizinan ataupun adanya informasi tukar guling tersebut mas,”singkat Nova Sagita senin 15/10/2018

Tidak sampai disitu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi Bengkulu Komisi III yang bermitra dengan BUMP Khususnya PLN Persero Bengkulu, saat dimintai keterangan terkait dugaan menyalahi prosedur tersebut juga merasa tidak mengetahui bahwa lahan tersebut milik PLN/Milik Negara, yang dibangun PT TLB yaitu pihak Swasta, dan berjanji siap menindak lanjuti persoalan yang ada kemungkinan merugikan negara ini.

“Persoalan ini seharusnya kami mengetahui sebagai mitra PLN Persero Bengkulu, dan terkait pembangunan yang sudah berjalan sebelum kejelasan lahan mana yang akan ditukar gulingkan dengan lahan PLN ini, secara administrasi ada yang salah, seharus diselesaikan dulu statusnya baru lakukan pengerjaan, agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari apalagi ini perusahaan Cina yang secara otomatis setelah selesai pembangunan akan pulang ke negaranya

Sambungnya, “kita ini masih dianggap kekurangan listrik selama kepentingann untuk Provinsi Bengkulu, sepanjang kerjasama saling menguntungkan boleh boleh saja, tapi harus melalui persyaratan yang telah ditentukan,tetap melalui prosedur yang jelas,boleh mereka berinvestasi di bengkulu selama aturan dipatuhi” Tutupnya

Untuk diketahui, PT TLB merupakan group dari perusahaan PT Intraco Penta (INTA) berkerjasama dengan Power Construction of China (PCC Group) yang saat ini membangun PLTU berkapasitas 2X100 Mega Watt (MW) di Bengkulu. Meskipun sempat menuai protes dari penggiat lingkungan, dan penolakan dari masyarakat. Namun pelaksanaan pembangunan PLTU tetap berlanjut.

Sampai berita ini diterbitkan, proses pengerjaan Gardu Induk di atas lahan milik PT PLN Persero Bengkulu di Padang Ulak Tanjung Bengkulu Tengah masih berlangsung. Awak media yang mencoba mengkonfirmasi ke pihak PT TLB yang berpusat di pulau baai masih belum mendapat titik terang dan terkesan bungkam terkait kebenaran status lahan pembangunan Gardu Extension 2 Line Bay PLTU Bengkulu.

Pewarta : ASRI

About adminSNN

Check Also

Tidak Terima PUK-SPAI-FSPMI Karyawan Perusahaan Ancam Mogok

BENGKULU UTARA, SNN – Perusahaan Terbatas (PT) Sawit Mulya Menolak Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *