Sabtu , 19 September 2020
Breaking News

Home / Daerah / Lestarikan Tradisi Sedekah Bumi, Pemdes Kampung Melayu Gelar Ritual “Tumpeng Pecel Pitik”

Lestarikan Tradisi Sedekah Bumi, Pemdes Kampung Melayu Gelar Ritual “Tumpeng Pecel Pitik”

REJANG LEBONG, SNN – Dengan melafazkan basmallah Pemdes Kampung  Melayu mengadakan ritual desa dan setiap desa pasti mempunyai sebuah tradisi dan adat istiadat beranekaragam, itu merupakan warisan leluhur yang sampai saat ini tradisi tersebut masih melekat di masyarakat. Seperti halnya tradisi sedekah bumi berupa tumpeng pecel pitik di Desa Kampung Melayu Kecamatan Bermani Ulu, yang diselenggarakan Minggu (06/09). Acara sedekah bumi ini sebagai ritual bersih desa masih terus dilestarikan dan diselenggarakan.

Tradisi Sedekah Bumi adalah ritual yang diadakan menjelang berakhirnya bulan Suro (penanggalan Jawa). Sedekah Bumi dinilai sebagai tolak bala sekaligus perwujudan rasa syukur kepada yang kuasa atas rejeki yang berlimpah.

Dalam tradisi yang telah dilaksanakan turun-temurun ini, para warga dari berbagai usia berbondong-bondong membuat untuk bersama-sama berkumpul dilapangan desa Kampung Melayu. Semua warga Kampung Melayu  berpartisipasi dalam acara ini. Usai acara Kunjungan Kerja Gubernur Bengkulu, ritual ini mulai dilaksanakan, semua warga duduk dengan tertib bersila diatas alas tikar yang tergelar di lapangan Desa. Dihadapan mereka, tersedia tumpeng dengan lauk ayam kampung yang masak di bakar kemudian disuwir- suwir lalu dicampur parutan kelapa muda dan bumbu sambal kacang yang ditutup daun pisang, pecel pitik. Meski ditengah wabah pandemi Corona inilah kesempatan masyarakat berkumpul, bersilaturahmi dan berdoa bersama agar wabah corona ini segera berakhir namun tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Suhardiyanto Kepala Desa Kampung Melayu mengatakan,  bagi masyarakat Jawa yang masih terikat secara batin dengan budaya dan tradisi, bulan Suro tepat untuk melakukan introspeksi dan mendekatkan diri dengan pencipta kehidupan.

Namun saat pandemi ini, mereka melakukan ritual selamatan biasa, di lapangan Desa Kampung Melayu. Tumpeng pecel pitik merupakan tradisi warga Desa Kampung Melayu. Sebelum makan tumpeng pecel pitik warga berdoa agar desanya dijauhkan dari segala bencana, dan sumber penyakit karena ritual tumpeng pecel pitik diyakini merupakan selamatan tolak balak terlebih saat pandemi corona ini. Usai berdoa yang yang dibacakan sesepuh dari masjid di desa setempat, masyarakat mulai makan tumpeng bersama.

Bagi masyarakat Jawa, awal dan akhir Bulan Suro adalah waktu yang mesti ditandai dengan khidmat,” kata Suhardiyanto kepada Sinar Nusantara News.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai adakan Kunker dalam rangka UKBM di Desa Kampung Melayu Bermani Ulu Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah  langsung menghadiri jamuan dalam rangka Sedekah Bumi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Bengkulu, Camat Bermani Ulu Sugianto, Kapolsek Wira Singgi, seluruh Bhabimkamtibmas Kecamatan Bermani Ulu, tim Sahe beserta jajaran dan staf, Kepala desa Kampung Melayu Suhardiyanto, Ketua Adat, perangkat Desa Kampung Melayu, BPD Exnasius Opak, Kaur Keuangan Wahyu, Sekdes Sugiyanto, dan perangkat lainnya.

Suhardiyanto menambahkan, rangkaian bersih desa diawali dari bersih-bersih lingkungan rumah. Warga menggelar ritual selametan atau tasyakuran di makam buyut yang merupakan leluhur atau sesepuh desa Kampung Melayu. “Semoga wabah corona segera hilang sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan selamatan tumpeng sewu seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Kegiatan ritual tumpeng pecel pitik ini digelar secara sederhana. Berbagai tahapan ritual dilakukan. Ada beberapa yang dihilangkan. Salah satunya adalah tidak adanya ritual mepe kasur atau menjemur kasur. Selama pandemi Cocid-19 ini, ritual Sedekah Bumi juga tetap dengan anjuran protokol kesehatan, yakni dibagian depan ada petugas penyemprotan disinfektan dan penabuh menggunakan masker,” ujarnya.

Tujuan sedekah Bumi  ini, ditengah pandemi ini, kegiatan pun dilakukan secara sederhana. Meski digelar sederhana dan jaga jarak, tradisi ritual tumpeng pecel pitik yang diikuti warga lokal terlihat antusias. “Semoga dengan ritual ini, wabah Covid-19 segera berakhir dan aktivitas kembali normal seperti biasa,” pungkas Kades Suhardiyanto. (Rio/Hen)

About adminSNN

Check Also

Penuh Kekompakan Personel Kodim 0409/RL Bersama Warga Desa Siap Sukseskan TMMD

LEBONG, SNN – Dengan kompak dan penuh semangat para personel Kodim 0409/RL yang bertugas pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *