Selasa , 3 Agustus 2021
Breaking News
Slider

Home / Serba-serbi / Akademis & Teknologi / Lewat UMKM, Perekonomian Indonesia Optimis Pulih Tahun 2021

Lewat UMKM, Perekonomian Indonesia Optimis Pulih Tahun 2021

Jakarta, www.sinarnusantaranews.com  Satu tahun sudah pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh wilayah di dunia. Dampaknya pun sudah menyebar ke banyak aspek, seperti kesehatan, pendidikan, pariwisata, hingga menyebabkan resesi ekonomi. Resesi ekonomi menurut teori generasi pertama yang dicetuskan oleh Krugman di tahun 1979 ini, disebabkan oleh buruknya fundamental ekonomi. Fundamental ekonomi yang buruk ini dapat dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun atau mencapai minus sebanyak dua kuartal berturut-turut.

Indonesia sendiri telah mengalami penurunan PDB sebanyak dua kali berturut-turut yaitu pada kuartal pertama dan kedua. Berdasarkan kurva pertumbuhan ekonomi q-to-q triwulan 2020, pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi Indonesia turun di angka -2,41% dan semakin memburuk di kuartal kedua mencapai angka -4,19%.

Memburuknya pertumbuhan ekonomi akibat pandemi covid-19 ini menyebabkan daya beli masyarakat menurun, karena mereka cenderung menunda pembelian hingga harga yang ditawarkan lebih rendah, dan akibatnya aktivitas ekonomi pun menjadi lesu. Kelesuan ekonomi akibat penurunan daya beli masyarakat ini berdampak pada turunnya pendapatan para pelaku bisnis.

Banyak pelaku bisnis yang pada akhirnya memotong gaji hingga memutus hubungan kerja para karyawannya. Hal tersebut kembali berdampak pada daya beli masyarakat, dimana para karyawan yang gajinya dipotong dan karyawan yang di-PHK akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya, sehingga konsumsinya pun menurun. Dikarenakan konsumsi masyarakat menurun, maka dari itu pemerintah meningkatkan konsumsinya.

Hal ini sesuai dengan teori pertumbuhan ekonomi, dimana pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh konsumsi masyarakat, investasi, belanja pemerintah serta ekspor dan impor. Peningkatan konsumsi dilakukan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19 melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Isi dari program ini diantarannya ditujukan untuk penanganan kesehatan, bantuan sosial masyarakat, anggaran lembaga pemerintahan, bantuan UMKM, pembiayaan korporasi serta insentif usaha. Selain upaya dari pemerintah, pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19 ini juga dilakukan oleh pihak perbankan.

Dalam hal ini, pihak perbankan memberikan keringanan kepada debitur dalam bentuk pemberian kredit. Sektor yang menjadi prioritas perbankan ialah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Selama pandemi covid-19 ini, sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Banyak pelaku UMKM yang tak dapat mempertahankan usahanya hingga terpaksa untuk menutupnya karena sepi pembeli.

Sadar akan hal tersebut, pihak perbankan pun gencar melakukan penyaluran kredit kepada UMKM sebagai langkah komitmen perbankan terhadap pemerintah dalam menjalankan amanah kebijakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang mana salah satu tujuannya adalah ‘memperpanjang nafas’ dan meningkatkan kinerja UMKM yang berkontribusi pada perekonomian Indonesia.

Hal ini dilakukan karena UMKM diyakini berpotensi sebagai tulang punggung perekonomian yang berperan penting dalam menjaga stabilitas moneter. Sejalan dengan kebijakan pemerintah, dilansir dari Kontan.co.id, Nixon L.P. selaku Direktur Finance, Planning, dan Treasury Bank BTN mengatakan bahwa pihaknya akan berkomitmen dalam menyalurkan kredit kepada UMKM melalui layanan digital.

Pemanfaatan teknologi ini dipilih olehnya mengingat pandemi covid-19 menimbulkan kebiasaan baru di tengah masyarakat, seperti sekolah, bekerja, hingga belanja dan lainnya secara daring. Selain itu, di masa pandemi ini juga terjadi peningkatan permintaan produk di ecommerce.

Dalam menyalurkan kredit, Bank Tabungan Negara (BTN) melakukan kolaborasi dengan e-commerce, yaitu dengan memakai data yang ada di e-commerce atau disebut dengan teknik channeling, karena datanya lebih dinamik sehingga analisa kredit dan pengalaman pelanggan menjadi lebih baik.

Serupa dengan BTN, Bank Mandiri juga menyalurkan kredit kepada UMKM menggunakan layanan digital yaitu aplikasi Digipos yang bekerjasama dengan Telkomsel. Pinjaman kredit ini dapat diakses oleh lebih dari 500.000 mitra Telkomsel, yang mana penyalurannya dilakukan secara non-tunai melalui LinkAja. Berbeda dengan BTN dan Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) yang meskipun tidak memanfaatkan layanan digital, tetap akan melakukan penyaluran kredit kepada UMKM.

Bentuk relaksasi yang diberikan oleh BNI diantaranya : debitur yang membutuhkan akan diberi kesempatan untuk melakukan restrukturisasi lebih awal, memberikan kemudahan dalam restrukturisasi dengan menunda kewajiban, pembayaran pokok serta perpanjangan jangka waktu kredit.

Unit usaha BNI yaitu BNI Syariah juga menyalurkan kredit dengan fokus kepada sektor UMKM bidang pertanian, perdagangan, industri, perikanan, perikanan dan di sektor jasa lainnya yang masuk dalam persyaratan KUR Pemerintah. Selain bank milik pemerintah, Bank Central Asia (BCA) juga terus melakukan penyaluran kredit kepada UMKM. Sampai dengan Juni 2020, total kredit komersial dan UMKM sudah mencapai Rp. 184,59 triliun.

Dalam penyaluran kredit ini, BCA tidak menargetkan besaran targetnya, serta melakukannya dengan pertimbangan prinsip kehati-hatian. Dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah ditambah dukungan dari perbankan, maka diharapkan UMKM mampu bertahan di tengah pandemi ini dan menjadi sektor sinergis yang akan kembali memulihkan perekonomian Indonesia. Selain itu, dibutuhkan pula bantuan dari pihak swasta untuk membantu UMKM dengan mewadahi mereka dalam melakukan usahanya, seperti menyediakan platform penjualan, menjadikan UMKM sebagai mitra hingga bantuan pembiayaan.

Masyarakat sebagai konsumen juga dapat ikut berkontribusi dalam membangkitkan UMKM, yaitu dengan cara membeli produk dan/atau menggunakan jasa yang dihasilkan oleh UMKM.

UMKM sendiri juga harus terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi agar dapat mempertahankan usahanya di tengah pandemi. Dengan adanya sinergitas dari semua pihak, maka diharapkan kebangkitan UMKM ini akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

 

Oleh : Aisyah Dzakiyyah // Mahasiswi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

“Kesempatan Dalam Kesempitan Mencari Keuntungan Dalam Pusaran Anggaran Dana Desa Penangan Covid-19”

Bengkulu Selatan, sinarnusantaranews.com – Kegiatan penangan Covid-19 di desa Kota Bumi Kecamatan Pino tahun 2021 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *