Jumat , 10 Juli 2020
Breaking News
Slider

Home / Bengkulu / Rejang Lebong / Masyarakat Minta Team Tipikor, “Panggil dan Proses” Sekdes Sentral Baru, 2018 Bersuara

Masyarakat Minta Team Tipikor, “Panggil dan Proses” Sekdes Sentral Baru, 2018 Bersuara

REJANG LEBONG, SNN – Dari hasil laporan Masyarakat Desa Sentral Baru Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong, team investigasi Portal Media Online Sinar Nusantara News meninjau kegiatan pembuatan jalan Lapen tahun 2018 dan Jembatan serta kegiatan lainnya yang didanai dengan Dana Desa, alhasil di lapangan, ‘wow’ sungguh diluar dugaan, ternyata banyak jalan yang hampir 70% hancur dan diduga melanggar Spek dan juklak-juklis standar SNI yang ditentukan, banyak jalan yang diduga berat tidak menggunakan pibro (weles) yang sehingga tekstur jalan banyak bergelombang dan tidak merata bahkan besar dugaan aspal pun sedikit bahkan aspal yang digunakan diduga tidak berstandar Pertamina sehingga rumput-rumput yang lunak mudah menembus badan jalan sehingga ruas jalan diperkirakan lebih kurang  tinggal 1,5 meter, oleh sebab itu besar harapan masyarakat pihak penegak hukum bisa segera mengaudit secara detail baik di bidang fisik maupun di bidang administarasi.

Awal bermula ada 3 masyarakat yang mewakili dari Desa Sentral Baru Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong mendatangi kantor media SNN dan serambi menyerahkan berkas didalam map yang berwarna merah, dan didalam map tersebut terdapat beberapa foto fisik kegiatan lengkap dengan data penguat serta selembar surat pernyataan yang bertulis dengan kata-kata keberatan dan memohon kepada pihak media agar dapat menerbitkan laporan mereka dan mendampingi mereka kepihak penegak hukum di Propinsi Bengkulu.

Salah satu mewakili masyarakat berkata, M (39), “pak, kami minta kepada pihak media agar dapat menerbitkan berita laporan kami ini dan memohon agar dapat mendampingi kami ke pihak penegak hukum, karena kami sudah tidak nyaman lagi hasil dari kinerja perangkat di desa kami sebab pandangan kami banyak kejanggalan yang terlihat dengan jelas, maka dari itu mohon bantu kami, karena setahu kami masyarakat Dana Desa dan Alokasi Dana Desa itu bukan untuk perangkat desa, bukan duit perangkat desa tapi untuk masyarakat dan diterapkan sesuai yang diperuntukan demi kemajuan desa dan (SDM) masyarakat, tapi ini beda di desa kami, maka dari itu bimbing kami ke penegak hukum,” ucapnya dengan tegas.

Ketika awak media mengkonfirmasi dengan Sekdes Desa Sentral baru terkait laporan masyarakat tentang kegiatan tahun 2018 melalui via whatsapp, “saya lupa itu tahun berapa, tak lama kemudian sekdes mengirim tulisan, tahun 2018 volume 3 m x 645 m dengan jumlah dana Rp. 366.357.800, dan jalan itu cepat rusak dikarenakan banyak mobil yang mengangkut kayo loging dan tentang dananya saya lupa, nanti saya lihat dulu,” ucap Carles.

Tidak ada permainan dalam pengerjaannya, yang mengerjakan adalah masyarakat Sentral Baru sendiri. Mulai dari hamparan batu, pengaspalan sampai dengan hamparan pasir jagung. Pemadatan menggunakan wales 6-8 ton. Kegiatan 100 persen sudah disertifikasi oleh Pendamping Desa bersama, Kepala Desa, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pihak Kecamatan. Audit internal sudah dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Rejang Lebong. Dan jalan tersebut sudah dimanfaatkan selama hampir 2 tahun,” ujarnya.

Dari percakapan lewat via whatsapp dapat diduga banyak permainan yang diduga berat sarang korupsi perangkat desa Sentral Baru, dalam hal ini dapatlah pihak penegak hukum yang ada di Propinsi Bengkulu segera bertindak, “panggil dan proses” agar mereka dapat mempertanggung jawabkan dana yang sudah dikucurkan oleh pemeritahan. (FB)

About adminSNN

Check Also

Pemdes Pal 100 Lakukan Gotong Royong, Bentuk Aksi Peduli Protokol Kesehatan

REJANG LEBONG, SNN – Aksi Pemdes Pal 100 Kecamatan Bermani Ulu Raya peduli protokol kesehatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *