Rabu , 14 November 2018
Breaking News
previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider
Home / Bengkulu / Benteng / Mediasi PWI, RZ Dan LF Sepakat Berdamai

Mediasi PWI, RZ Dan LF Sepakat Berdamai

BENGKULU TENGAH, SNN – Pasca dugaan pengancaman yang dilakukan Oknum ajudan bupati Bengkulu Tengah yang berinisial RZ terhadap Wartawan media cetak lokal Rakyat Benteng berinisial LF yang sedang melakukan kegiatan peliputan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu mengelar Mediasi kepada kedua belah pihak yang menghasilkan keputusan untuk berdamai.

persoalan yang terjadi antara RZ dan LF diduga bermula pada Saat sedang berlangsung acara peninjauan progres pembangunan Markas Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) di Desa Karang Tengah, Kecamatan Taba Penanjung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman bersama Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dan rombongan dihadiri oleh rombongan bupati dan jajarannya insiden terjadi ketika RZ merasa dirinya ikut terfoto oleh jurnalis LF sontak oknum RZ melontarkan kata “Ngapo kau ngambik foto ambo, ambo lah sabar nian, kau ko belum tau ambo, ambo tembak kaki kau kelak”

Meski sebelumnya RZ tidak mengakui telah melontarkan perkataan “ambo tembak kaki kau kelak”setelah dilakukan mediasi dikantor PWI Provinsi Bengkulu dihadiri saksi saksi kedua belah pihak, mereka siap untuk berdamai dan tidak membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Plt Ketua PWI Provinsi Bengkulu sahyarudin mengapresiasi sikap kedua belah pihak yang  siap untuk berdamai, serta mengharapkan persoalan serupa tidak terjadi lagi di tempat lain dan kedua belah pihak dapat menarik hikmah dari konflik ini sebagai sebuah pelajaran untuk saling menghargai profesi orang lain.

“saya mengharapkan hal seperti ini tidak lagi terjadi ditempat lain karena ini akan merugikan kita sendiri dan kepada RZ dan LF jadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar kita bisa menghormati profesi orang lain,apalagi kita sama sama orang lapangan yang dilindungi oleh Undang-Undang”tutur Plt Ketua PWI sahyarudin

Perlu diketahui Jurnalis dilindungi Dalam Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999 pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 usaha menghalang-halangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi dapat dipidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. (AR)

 

About adminSNN

Check Also

Bendahara RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah Diduga Terjaring OTT

  BENTENG, SNN – Bendahara RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah dan seorang perawat yang berinisial YY diduga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *