Jumat , 16 November 2018
Breaking News
previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider
Home / Berita / Surat Pembaca / Memudar

Memudar

SNN – Asa semakin tipis, ujung penantian yang melukai, senyum enggan mengembang, kuncup layu sebelum berkembang.

Perjalanan waktu menghantarkan ke sudut yang gelap dan hitam, gelap tak tentu arah, bukan kaki salah melangkah, bukan karena angan yang ingin menggapai harapan, tapi karena kusut yang tak bermula, putus yang tak berujung.

Entah berapa pasang  yang disana sedang menanti, air mata mengalir dari sudut sudut mata yang sendu, isaknya tertahan pilu, asanya kian memudar.

Kini bagai memeluk bayang bayang, laksana merangkul fatamorgana, suaranya tertahan dalam tenggorokan, pekiknya tak tersampaikan, lututnya tak mampu lagi menahan beban.

Asa semakin memudar, dan usia tak lagi muda, tak ada rasa sesal, yang berkecamuk adalah kecewa, tak sanggup lagi dia murka, entah kemana arah yang akan disapa, tak tentu tujuan diarah, hanya satu keyakinan tempat bersandarnya badan, terserah kepada Tuhan (Salam UJH).

 

(Pesan Harian UJH edisi jumat 14 september 2018)

Sumber : Jannata

Editor : Arwin Binardi

About adminSNN

Check Also

Kepala Desa “AROGAN “Lapen Dan Drainase Asal Jadi

REJANG LEBONG, SNN – Pembangunan Lapen dan Drainase dinilai asal jadi, oknum Kepala Desa Air …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *