Selasa , 3 Agustus 2021
Breaking News
Slider

Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Mengejutkan, Satu Per Satu Dugaan Mark-Up di Desa Muara Danau Mulai Terkuak

Mengejutkan, Satu Per Satu Dugaan Mark-Up di Desa Muara Danau Mulai Terkuak

Bengkulu Selatan, sinarnusantaranews.com – Dugaan pengelembungan Dana Desa Muara Danau Kecamatan Seginim mulai terkuak, ini berdasarkan hasil investigasi Tim Sekber Media di mana beberapa item kegiatan pembuatan Web Desa Muara Danau hingga memakan dana mencapai 17 juta serta pembayaran WiFi mencapai 2 juta satu bulan.

Selain itu untuk anggaran penanggulangan bencana 8% yang sudah terealisasi untuk pembelian masker, sanitizer, disinfektan dan item lainnya diduga melampaui harga dari desa lainnya seperti desa Sukaraja di kecamatan yang sama yang jauh lebih rendah pembeliannya, sehingga oknum Pemdes Muara Danau teridikasi mencari keuntungan pribadi dari dana tanggap darurat Covid-19.

Di mana Pemdes Muara Danau dalam pembelian masker mencapai 60 ribu per box sedangkan desa Sukaraja hanya 35 ribu per box sehingga menimbulkan selisih yang signifikan, selain itu dalam pembelian tisu desa Muara Danau menganggarkan 25 ribu satu kotak sedangkan desa Sukaraja hanya Rp 8.500 satu kotak, begitu juga pembelian item lainnya sangat jauh melampaui harga pembanding.

Yang lebih mengejutkan dimana dana makan minum relawan yang menelan dana yang cukup fantastis mencapai Rp 37 juta,

padahal seharusnya di tengah bencana ini tidaklah sewajarnya masih memanfaatkan untuk mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain, walaupun memang benar anggaran itu sulit di audit dikarenakan habis pakai.

Saat Tim Sekber Media mengkonfirmasi TPK saudara Robi sapaan akrabnya membenarkan semua temuan di atas, “betul kami pihak desa membuat Web 17 juta dan bayar WiFi 2 juta satu bulan, jujur saya tidak tahu kalau harga sebenarnya dalam pembuatan Web dan jenis WiFi apa sehingga pembayarannya segitu,” ujar Robi dengan nada gugup.

Lebih lanjut Robi menjelaskan, “kalau soal dana 8% saya banyak lupa pak, tapi memang itu harga yang saya beli,” tutup Robi.

Di tempat terpisah tim Investigasi Sekber Media Bambang Julianto angkat bicara, “kalau menurut keterangan di atas benar, berarti Pemdes Muara Danau sudah terindikasi Mark-up harga satuan, ini tidak dibenarkan karena mencari keuntungan pribadi dari dana desa, sebab kenapa desa lain bisa lebih renda pembeliannya sehingga menjadi pertanyaan kebenaran harga desa muara danau ini,” ujar Bambang Julianto.

Lebih lanjut Bambang Julianto mengatakan, “terkait pembuatan Web yang mencapai 17 juta ini dipastikan Mark up harga sebab kalau setahu saya pembuatan Web untuk Media online saja sudah lengkap perizinan cuma 10 juta apa lagi Desa Muara Danau ini cuma membuat Web saja yang saya perkirakan cuma memakan dana 3 juta paling mahal untuk itu saya minta APH turun langsung mengaudit dana desa Muara Danau ini. Sebab seharusnya program bencana covid-19 ini harus dilakukan yang sebenarnya bukan digunakan kesempatan mencari keuntungan pribadi atau golongan kalau ini dilakukan sangat mencoreng nama desa Muara Danau di provinsi Bengkulu ini, jadi kami harapkan sekali untuk pihak APH, inspektorat, DPMD dan Bupati Bengkulu Selatan untuk menindaklanjuti persoalan ini dikarenakan sudah banyak persoalan di desa Muara Danau ini,” tegas Bambang Julianto.

Setelah berita terbit upaya konfirmasi dengan pihak kecamatan serta pihak terkait terus diupayakan BPA. (A.H)

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

“Kesempatan Dalam Kesempitan Mencari Keuntungan Dalam Pusaran Anggaran Dana Desa Penangan Covid-19”

Bengkulu Selatan, sinarnusantaranews.com – Kegiatan penangan Covid-19 di desa Kota Bumi Kecamatan Pino tahun 2021 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *