Jumat , 6 Desember 2019
Breaking News
previous arrow
next arrow
Slider

Home / Bengkulu / Muko-Muko / Pemberhentian Perangkat Desa, Tuai Protes Dari Masyarakat

Pemberhentian Perangkat Desa, Tuai Protes Dari Masyarakat

MUKOMUKO, SNN – Masyarakat Desa Saribulan Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko protes karena tidak setuju mengenai diberhentikannya salah satu perangkat desa yakin Kepala Dusun (Kadus) oleh Kades, Jum’at (29/11).

Hal ini disampaikan di masjid Al-Ansar, siang hari tadi oleh Kepala Desa. Sehingga masyarakat langsung menanyakan apa penyebab Kadus ini diberhentikan.

Imam masjid Al-Ansar, Sarahun ikut menanggapi hal tersebut, beliau menjelaskan kepada wartawan SNN, “dari zaman dahulu pemilihan Kadus berdasarkan adat istiadat yang diutamakan dan dipilih oleh kaum-kaum yang ada di desa. kami sebagai masyarakat desa tidak setuju dengan cara Kades yang tidak transparan kepada masyarakat,” jelas Sarahun.

Dengan menggunakan hak jawabnya Kepala Desa Saribulan, Hermansyah mengatakan bahwa “apa yang dilakukan kami jelas ada dasarnya. Karena desa ini sudah mendapat teguran dari pihak  Kecamatan Air Dikit dan Expektorat Kecamatan menanyakan surat ke pihak desa, jika tidak kami lakukan maka kami yang akan disalahkan dan sama saja sepeti saya membunuh diri saya sendiri karena berdasarkan Perpu yang ada hal ini harus kami lakukan,” terang Kades.

Sehingga kami dari pihak desa harus melakukan pemberhentian perangkat-perangkat tersebut, karena memenuhi unsur aturan Perpu yang ada, dan diatur oleh Undang-Undang pemerintah desa, bukan adat istiadat yang kami lakukan.

“Pemberhentian perangkat desa ini akan kami musyawarah dengan seluruh perangkat desa dan aggota BPD serta tokoh masyarakat agar lebih jelas, karena yang kami lakukan berdasarkan aturan yang ada,” tutup Hermansyah.

 

Pewarta : Victor Fernando, SH

Editor : Cyntia

About adminSNN

Check Also

Bengkulu Selatan Terima Tambahan 1 Bus Sekolah dari Kemenhub

BENGKULU SELATAN, SNN – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menerima bantuan 1 bus sekolah dari Kementerian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *