Selasa , 20 Oktober 2020
Breaking News

Home / Daerah / Pengerjaan PAM Air Bersih Desa Seguring Diduga Asal Jadi dan Tak Sesuai Bestek

Pengerjaan PAM Air Bersih Desa Seguring Diduga Asal Jadi dan Tak Sesuai Bestek

REJANG LEBONG, SNN – Diduga pengerjaan PAM Air Bersih desa Seguring Kecamatan Curup Utara tahun 2020 di Kabupaten Rejang Lebong (R/L), yang menelan anggaran kurang lebih Rp. 450.000.000 juta dengan jarak tempuh 300 meter disinyalir asal jadi dan tidak sesuai dengan bestek yang sudah direcanakan Atau RAB.

Program PAM Air Bersih merupakan salah satu program dan aksi nyata pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan penyediaan air minum dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Secara umum, Program PAM Air Bersih ditujukan untuk meningkatkan akses pelayanan air minum bagi masyarakat miskin perdesa/kelurahan dan meningkatkan nilai dan perilaku hidup sehat dengan membangun/menyediakan prasarana dan sarana air bersih.

Namun apa jadinya bila proyek tersebut dikerjakan asal-asalan dan terkesan mencari keuntungan lebih, untuk kepentingan pribadi, kelompok (koorporasi) tanpa mengutamakan kwalitas dan kwantitas.

Dari hasil monitoring crosscek dilapangan, saat awak media SNN.com ke lokasi,  ditemukan galian pemasangan pipa yang kurang dalam dan pipa kelihatan di permukaan tanah sedangkan pipa-pipa tersebut harus dicor/ditimbun, harus memakai pasir urug sebelum ditimbun sehingga kalau dilewati mobil pipa tersebut tidak hancur dan juga jika kena hujan atau panas akan pipa cepat rusak.

Jika kita lihat dari pekerjaan tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan Bestek dan Kespek yang dikerjakan asal-asalan, sehingga pekerjaan tersebut dipastikan tidak akan bertahan lama Di karekan galian pipa di sebagian titik di gali hannya 10 senti meter jika pipa itu berupa besi, ya kita pastikan itu tidak apa-apa namun yang kita cek kelokasi iyala pipa plastik dan akan cepat pecah dilindas mobil dan tidak ada azas manfaat khususnya bagi masyarakat desa Seguring.

Setelah di cek ternyata barang yang dibeli seperti pipa dan aksesoris lain yang digunakan untuk proyek itu tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Di sebagian titik, selain itu juga tidak sesuai spek yang telah ditentukan.”

Menanggapi hal kegiatan tersebut diduga pemdes Seguring bekerjasama untuk mencari keuntungan sebesar mungkin (Mark-up) dan saya berharapkan kepada intansi terkait untuk bisa segera mengambil tindakan atas adanya dugaan penyalah gunaan anggaran kegiatan tersebut.”

Ini diduga telah melanggar Pasal (2) ayat (1) junto Pasal (3) junto Pasal (18) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang  Nomor 20 Tahun 2001 Pasal (55) ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum (KUHPidana) dan diancam dipidana penjara  paling singkat 4 tahun dan maksimalnya 20 tahun. Sedangkan untuk denda, paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Sementara Hingga Berita ini diterbitkan, saat awak media SNN.com untuk dikonfirmasi melalui media sosial via WhatsApp belum berhasil dikonfirmasi dan dicoba melalui SMS namun tidak ada balasan. Wartawan SNN ingin menanyai beberapa pertanyaan mulai dari sumber volume dananya dan panjang jarak yang di tempuh untuk menanyakan hak jawabnya Pemdes Seguring tapi belum ada hasilnya.

Kita sangat mengharapkan partisipasi dari semua pihak untuk mengawal proses pengerjaan proyek tersebut, jika dalam pengerjaan proyek tersebut dikerjakan asal-asalan silahkan lapor ke pihak Ekspektorat atau Polda dan Tipikor RL.” tegas (Rio)

About adminSNN

Check Also

H-1 Program TMMD di Sebelat Ulu-Sungai Lisai

LEBONG, SNN – Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reg ke-109 tahun 2020 oleh Satgas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *