Minggu , 25 Oktober 2020
Breaking News

Home / Bengkulu / Bengkulu Selatan / Penyaluran BLT Desa Jeranglah Tinggi Ricuh, Warga Protes Pemdes

Penyaluran BLT Desa Jeranglah Tinggi Ricuh, Warga Protes Pemdes


BENGKULU SELATAN, SNN – Desa Jeranglah Tinggi salurkan bantuan langsung tunai (BLT) pada Jum’at (22/05) di balai desa Jeranglah Tinggi, acara penyaluran dana BLT yang dijadwalkan pada pukul 9 WIB itu tertunda hingga pukul 11.00 WIB.

Penundaan terjadi dikarenakan ada protes dari puluhan warga Jeranglah Tinggi terkait hasil keputusan Musdes luar biasa beberapa hari sebelumnya.

Meiko selaku perwakilan warga beberapa kali menyampaikan aspirasinya dihadapan forum rapat yang dihadiri Camat Manna Turman SE, Kades Jeranglah Tinggi Pindri dan babinsa dari damramil serta bhabinkamtibmas dari Polsek Manna.

Dengan tegas Meiko selaku perwakilan warga yang datang ke Balai Desa menyampaikan aspirasinya, “kalau data penerima BLT hasil keputusan Musdes itu harus direvisi lagi karena masih banyak warga yang layak menerima bantuan. Kenapa harus 27 KK saja yang harus masuk dalam keputusan Musdes, sementara yang layak dibantu masih ada, apalagi kalau mengacu ke Peraturan Mentri Keuangan no 50 tahun 2020 wajib mengalokasikan dari dana desa 25% jadi ada apa kok pihak Pemdes membatasi, padahal puluhan warga Jeranglah Tinggi masih puluhan KK lagi  yang belum tersentuh bantuan apapun dari pemerintah,” ujarnya.

Menanggapi protes puluhan warga Jeranglah Tinggi, Kades Pindri  tidak memberikan solusi, menurut Pindri,  “keputusan Musdes tidak bisa diubah kecuali ada regulasinya dari kemudian hari baru kita bisa adakan perubahan data, karena kami bekerja sudah sesuai aturan kalau ada yang kurang puas atau belum bisa menerima silahkan cari regulasinya dulu supaya bisa kita revisi,” tegas Pindri.

Terpisah anggota BPD Tatang berharap pihak Pemdes jangan memberikan harapan kepada warga, “karena kenapa saya katakan demikian yang tidak bisa diubah itu hanya kitab suci Al-Qur’an yang lain bisa, Undang- Undang saja masih bisa direvisi apalagi kalau hasil Musdes, buktinya saja anggaran penanganan Covid-19 yang kami sahkan di forum rapat bersama Pemdes dari angka 75 juta, tau-tau tanpa pemberitahuan ke BPD itu sudah diubah 84 juta oleh pihak Pemdes, jadi kenapa kalau untuk kepentingan warga kok berbelit-belit ada apa dibalik semua ini ? tentu saya selaku anggota BPD sangat menyayangkan keputusan musdes yang tidak bisa diubah,” tegas Tatang.

Camat manna Turman SE, menjelaskan, “siapa saja warga yang layak menerima bantuan tersebut dari 14 kriteria itulah yang jadi acuan kerja Pemdes melakukan pendataan dan sesuai aturan Mentri Keuangan dan Mentri Desa,” tegas Camat. (A.H)

About adminSNN

Check Also

Warga Sebelat Ulu-Sungai Lisai Telah Menikmati Hasil TMMD ke 109 TA 2020

LEBONG – BENGKULU, sinarnusantaranews.com – Dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa  (TMMD) ke 109 tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *