Senin , 19 November 2018
Breaking News
previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider
Home / Nasional / Pertemuan IMF-WORLD, Banyak Politikus Minta Acara Dibatalkan. Ada Apakah?

Pertemuan IMF-WORLD, Banyak Politikus Minta Acara Dibatalkan. Ada Apakah?

BALI, SNN – Mulai hari ini hingga 14 Oktober, pemerintahan Joko Widodo menggelar pertemuan internasional mentereng atau disebut dengan pertemuan IMF-WORLD Bank Annual Meeting 2018 , untuk membicarakan persoalan kemiskinan, pembangunan, dan isu-isu global lain terkait dengan Indonesia yang sedang berduka saat ini karena dua gempa besar di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah, yang telah meluluhlantahkan segala rupa bangunan bahkan ribuan nyawa.

Menurut komentar tipikal, beberapa pihak, yang sebagian besar adalah politikus ingin acara ini dibatalkan, atau diundur. Karena menurut mereka akan lebih baik bila uang yang dipakai untuk acara tersebut digunakan untuk pananganan dan pemulihan bencana. Namun, pertemuan tetap digelar. Uang sudah dianggarkan dan dibelanjakan sejak jauh-jauh hari; hotel-hotel sudah dipesan; wajah Bali kembali dipercantik.

Konferensi tahunan yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 1947 ini pesertanya adalah orang-orang penting, dari menteri keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara, CEO industri keuangan, hingga anggota parlemen.

Ditahun ini Presiden Joko Widodo yang langsung jadi pengarah; sementara ketua panitianya adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN juga masuk dalam jajaran pengurus. Mereka bertanggung jawab untuk urusan pengamanan.

Acara ini disokong anggaran yang tak bisa dibilang sedikit. Setidaknya, menurut klaim terakhir, uang yang dialokasikan buat pertemuan ini mencapai Rp855,5 miliar; terdiri anggaran tahun 2017 sebesar Rp45.415.890.000 dan anggaran tahun 2018 sebesar Rp810.174.102.550 miliar.

Dan tidak semua uang sebanyak itu berasal dari APBN. Sebesar Rp137 miliar adalah kontribusi dari Bank Indonesia. Sisanya, Rp672,59 miliar, dari saku Kemenkeu (APBN). Pagu yang ditetapkan BI berkurang setelah pada Agustus 2018 ada rencana mengalokasikan hingga Rp243 miliar.

“Uang Kemenkeu dari APBN. BI ya uang BI sendiri [uang BI tidak berasal dari APBN]. Tapi realisasinya tergantung harga yang dikeluarkan,” kata Peter Jacobs, Ketua Satuan Tugas Bank Indonesia untuk Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia tersebut, Mei lalu.

SUMBER BERBEDA

About adminSNN

Check Also

Kebakaran Yang Menghanguskan Rumah Dan Isinya

BENGKULU UTARA, SNN – Peristiwa kebakaran hebat terjadi, Subuh dinihari tadi yang menghanguskan sebuah rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *