Senin , 26 Oktober 2020
Breaking News
Slider

Home / Bengkulu / Rejang Lebong / PKH ‘DiSunat’ Kita Proses Dengan Ketentuan Hukum dan Kita Lepas Dari Penerima PKH

PKH ‘DiSunat’ Kita Proses Dengan Ketentuan Hukum dan Kita Lepas Dari Penerima PKH


REJANG LEBONG,  SNN – Rencana pemerintah mengentaskan kemiskinan warga tidak mampu, melalui Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Rejang Lebong  ternoda akibat ulah oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan, nekat dengan memotong dana penerima PKH dan ini diduga oleh oknum Ketua PKH.

Pasalnya, dana bantuan PKH di Desa, Tebat Pulau (Karang Jaya) Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong terindikasi disunat oleh oknum.

Berdasarkan penelusuran media Sinar Nusantara News di lapangan, pada Selasa (14/04) ada laporan mengkhawatirkan dari sejumlah warga sebagai penerima bantuan mengenai dugaan praktik pemotongan bantuan di desa Tebat Pulau (Karang Jaya) masyarakat mengeluhkan dengan adanya pemotongan dana PKH yang dilakukan oknum ketua kelompok PKH desa saat pencairan.

Parahnya, buku tabungan dan kartu ATM masyarakat penerima manfaat dipegang langsung oleh oknum ketua kelompok PKH Desa Tebat Pulau dan tidak diserahkan kepada masyarakat sewaktu itu, sehingga besar dugaan terjadi pemotongan.

Seperti yang disampaikan K (47) Dusun 01 R.(37) dan MH (35) dusun 2 desa Tebat Pulau (Karang Jaya ), membenarkan bahwasannya kartu Atm serta kode Pin diminta oleh oknum ketua kelompok PKH dan terkesan menakut-menakuti serta mereka menerima dana sebesar 430.000 yang seharusnya menerima Rp.500.000.

“Ya, kami merasa keberatan, dimana  dana PKH kami dipotong sebesar 70 ribu setiap pencairan dan herannya lagi kenapa Atm Kami dia yang megang, sedangkan kami ini bisa ngambil sendiri pisik kami masih kuat dan mampu,” ujarnya pada saat diwawancarai di tempat tinggalnya, Kamis  (16/04/2020).

Saat media SNN meminta penjelasan Ditempa terpisah, ketua kelompok PKH Dewi mengatakan, “mengenai kartu mereka ditangan saya baikpun potongan saya tidak merasa memotong dana PKH mereka yang menyuruh saya untuk mencairkan dana, soalnya tempat tinggal mereka jauh dan juga mereka banyak kesibukan,” katanya.

Dan saat awak media mengkonfirmasi dengan pihak pendamping di kantor sekretariat PKH, Apriadi memaparkan, “saya tidak tahu jika ada dugaan pemotongan penerima PKH dan kami tidak pernah menganjurkan hal-hal demikian, namun perlu diketahui jangankan pemotongan bagi ketua yang mengumpulkan ATM penerima dengan satu borang tisak boleh apa lagi sempat memintak Pinnya, itu tidak benar, masalah ini akan kita pantau dan kita selidiki dengan benar dan jika ini akan benar akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku dan kita hapus dari penerima PKH tersebut,” ucap Afriadi dengan tegas.

Menyangkut hal tersebut, para penerima dana PKH berharap agar Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong dapat melakukan penelusuran dengan adanya pemotongan yang dilakukan pihak oknum PKH serta mengenai kartu Atm yang sampai saat ini masih sebagian di tangan oknum ketua tersebut, harapannya.

Jika tidak dievaluasi, kami khawatir ketimpangan penerima dan permainan termasuk pemotongan itu akan terus berlanjut,” pungkasnya. (RIO/HEN)

 

 

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

PPHP Desa Talang Karet Sukses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *