Minggu , 24 Januari 2021
Breaking News
previous arrow
next arrow
Slider

Home / Breaking News / Polres Gerbek “Penambang Ilegal Lubuk Penyamun Kocar-Kacir”

Polres Gerbek “Penambang Ilegal Lubuk Penyamun Kocar-Kacir”

Kepahiang| Bengkulu, www.sinarnusantaranews.com – Tanpa mengenal lelah Satreskrim Polres Kepahiang Polda Bengkulu terus-menerus menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait dengan tindakan hukum apapun permasalahannya, teranyar atas dasar Laporan Polisi : LP/A- 49/I/2021, tanggal 12 Januari 2021, dipimpin Kasat Reskrim bersama Unit Tipidter, Unit Pidum serta didampingi Kasat Sabhara dan anggota melakukan penggerebekan penambang pasir ilegal di Desa Lubuk Penyamun sekira pukul 10.00 wib Selasa (12/01).

Kapolres Kepahiang AKBP Suparman, S.IK, M.A.P melalui Kasat Reskrim Iptu Welliwanto Malau, S.IK, MH menerangkan, “atas dasar laporan Masyarakat anggota  Unit Tipidter mendapat informasi dari masyarakat adanya penambangan ilegal yang berada di Desa Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, kemudian Unit Tipidter, Unit Pidum, Tim Elang Juvi, Anggota Sabhara Polres Kepahiang dipimpin  Kasat Reskrim dan Kasat Sabhara Polres Kepahiang langsung menuju ke tkp dan disana anggota tersebut mendapati adanya 5 orang yg sedang melakukan penambangan pasir ilegal dan selanjutnya langsung mengamankan barang bukti 2 unit Mobil Engkel,9 Buah Skop, 2 buah cangkul, 1 Galon minum, 1 gerobak sorong warna Merah beserta 5 orang yang sedang melakukan kegiatan penambangan tersebut dan saat diintrogasi salah satu orang yg diamankan tersebut mengakui bahwa tambang tersebut miliknya dan tambang tersebut tidak memiliki IUP, IUPK,IPR selanjutnya 5 orang tersebut beserta BB tersebut dibawa ke Polres Kepahiang guna dilakukan Penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” ungkap Kasat.

Iptu Welliwanto Malau, S.IK, MH Kembali menjelaskan, “dugaan  Pasal 158 UU no 4 tahun 2009 ttg pertambangan mineral dan batu bara,” Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah),” tegas Kasat. (FB/Tarmizi)

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

Jalankan Visi dan Misi Pemkab Lebong, Dinas Pertanian dan Perikanan Sejahterakan Masyarakat di Bidang Swa Sandang Pangan

Lebong| Bengkulu, www.sinarnusantaranews.com –  Sesuai dengan visi dan misi Bupati Kabupaten Lebong, melalui Dinas Pertanian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *