Selasa , 18 Desember 2018
Breaking News
previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider
Home / Internasional / Raja Salman Membantah, Terkait Tuduhan Hilangnya Wartawan Khashoggi

Raja Salman Membantah, Terkait Tuduhan Hilangnya Wartawan Khashoggi

SNN, – Terkait tuduhan oleh Otoritas di Istanbul yang meyakini bahwa hilangnya Wartawan Khashoggi,  yang dikenal kritis terhadap pemerintah Saudi Arabia, menghilang pada 2 Oktober setelah mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul, Turki, mereka meyakini bahwa dia dibunuh oleh tim agen rahasia Saudi.  Tuduhan dibantah oleh Saudi yang mengatakannya sebagai “dusta dan tuduhan tak berdasar”. Atas tuduhan itu, akhirnya Raja Salman Buka Suara.

Pria berumur 59 tahun ini memulai kariernya sebagai wartawan di Arab Saudi setelah lulus dari sebuah universitas Amerika di tahun 1985.

Selama bekerja di koran al-Madina di tahun 1990-an, dia banyak menulis tentang milisi berhaluan Islam yang pergi ke Afghanistan untuk melawan invasi Soviet.

Sampai kemudian menjadi pembangkang terkemuka Arab Saudi yang harus meninggalkan negaranya.

Dia meninggalkan Arab Saudi pada bulan September 2017, setelah berbeda pendapat dengan penguasa kerajaan Arab Saudi.

Untuk penyelidiki kebenaran tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump  mengirim Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Arab Saudi. Pompeo dijadwalkan akan bertemu dengan Raja Salman dan pejabat Saudi untuk membahas kasus hilangnya wartawan Saudi Jamal Khashoggi.

Baca Juga :

Trump mengatakan, Pompeo juga dapat  mengunjungi Turki setelah menyelesaikan tugasnya di Arab Saudi. Sebelumnya, Trump  mengaku telah menghubungi Raja Salman untuk membahas masalah Khashoggi.

“Raja dengan tegas membantah mengetahui hal itu (pembunuhan Khashoggi). Dia tidak benar-benar tahu, mungkin – saya tidak ingin masuk ke dalam pikirannya tetapi itu terdengar bagiku – mungkin ini bisa jadi ulah ‘pembunuh nakal’. Siapa yang tahu?,” kata Trump saat dikonfirmasi setelah berbicara dengan Raja Salman.

Trump tidak memberikan bukti untuk mendukung teorinya tersebut. Anggota parlemen Demokrat mengkritik pernyataan Trump karena menggunakan istilah “pembunuh nakal”.

“Saya telah mendengar teori ‘pembunuh nakal’ yang konyol  di mana orang-orang Saudi akan mendukung ini. Benar-benar luar biasa mereka dapat meminta Presiden Amerika Serikat sebagai agen PR mereka,” kata Senator Demokrat  Chris Murphy  di Twitter.

Para pejabat Turki mengatakan, pihak berwenang yakin Khashoggi dibunuh di dalam gedung konsulat itu dan tubuhnya dimutilasi. Arab Saudi membantah telah membunuh Khashoggi.

SUMBER

About adminSNN

Check Also

Kondisi Lubang Di Tengah Jalan Di Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur

KAUR, SNN – Meski dana dikucurkan untuk  unit pemeliharaan rutin jalan negara setiap tahun ada, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *