Kamis , 29 Oktober 2020
Breaking News
previous arrow
next arrow
Slider

Home / Daerah / Sekda Angkat Bicara Soal DL dan Rencana Pemanggilan Dirinya

Sekda Angkat Bicara Soal DL dan Rencana Pemanggilan Dirinya

LEBONG, SNN – Sekretaris Daerah (Sekda) Lebong, H. Mustarani Abidin, SH, M.Si angkat bicara terkait beredarnya kabar soal Dinas Luar (DL) ke Bali dan rencana Komisi I dan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebong, selaku lembaga pengawasan akan memanggil dirinya ke Kantor DPRD setempat, dalam waktu dekat.

Kepada awak media secara tegas, Sekda mempertanyakan urgensi apa lembaga pengawasan itu memanggil dirinya. Meskipun para wakil rakyat menindaklanjuti salah satu pelaporan perwakilan warga Lebong, belum lama ini.

“Kita lihat urgensi dulu dari dewan, urgensinya panggil itu apa. Dalam rangka apa? Ini perjalanan dinas biasa kok. Tidak ada hal yang perlu dibongkar. Apa masalahnya,” tegas Mustarani, saat memberikan keterangan resmi di ruang tunggu Bawaslu Kabupaten Lebong, Jum’at (02/10).

Beliau justru menyayangkan wacana pemanggilan tersebut. Bahkan, dia justru membahas diluar topik perjalanan dinas yang dipersoalkan warga belum lama ini. “Kalau begitu besok-besok tidak ada yang kejar DAK gimana ? Tidak ada yang mau berangkat. Nanti kalau berangkat, dipanggil DPRD, berangkat DPRD,” cetusnya.

Kembali beliau menegaskan, saat ini pihaknya tengah fokus jemput bola anggaran pemerintah pusat di tengah Pandemi Covid-19. Bahkan, perjalanan dinas akan disusun dalam waktu dekat. “Sekarang musim kita yang mengejar anggaran ke pusat. Resiko juga bagi saya kalau tidak (DL). Saya pun besok mau berangkat lagi soalnya,” tuturnya.

Terkait pelaporan yang disampaikan warga belum lama ini, dia menyatakan telah mendapatkan disposisi dari  Bupati Lebong, Dr. H. Rosjonsyah, S.IP, M.Si untuk berangkat ke Bali. “Jelas kalau itu. Itu mewakili pak Bupati. Undangannya jelas, disposisi pak Bupati seminggu sebelumnya jelas, yang diundang jelas. Datang hadir jelas. Apa masalahnya?,” tanya Sekda.

Sementara itu, terkait kehadiran istri pejabat yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) akan tetapi tidak masuk saat jam kerja. Hal itu, dia mengaku tidak menggunakan uang pribadi.

“Kalau itu secara Kedinasan mungkin, yang bersangkutan membawanya. Tidak ada hubungannya dengan uang negara terkait keberangkatan itu,” ujarnya.

Mantan pejabat Kabupaten Bengkulu Utara ini menyatakan, tidak pernah memberi izin terkait keberangkatan istri Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong ke Bali saat jam kerja itu.

Itu akan nanti kita lihat lagi ya. Tetapi yang pasti, dia ikut suaminya. Mungkin ada kepentingan lain yang disitu,” bebernya.

Lebih jauh, beliau tidak pernah menyarankan dalam perjalanan dinasnya mengajak keluarga. Namun, dia memberikan kelongggaran apabila keikutsertaan para istri pejabat itu sifatnya mendesak.

Terlebih beliau juga memastikan, kehadiran para pejabat BKD untuk menghadiri rapat koordinasi terkait Pola Pembibitan Taruna Sekolah Tinggi Transportasi Darat (SDTT) itu untuk menyesuaikan anggaran daerah.

“Oh, BKD saya yang minta. Kalau BKD disitu keuangan, karena uang yang dipakai di beasiswa STTD adalah keuangan Pemda, maka pihak BKD harus hadir. Saya yang ajak itu,” demikian Mustarani. (YNS)

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

Nekad Bawa Ganja, Warga Merigi di Bekuk Polisi

REJANG LEBONG| BENGKULU, sinarnusantaranews.com – Pada Rabu (28/10) kemarin, sekira pukul 11.30 Wib, Unit Reskrim, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *