Kamis , 29 Oktober 2020
Breaking News
previous arrow
next arrow
Slider

Home / Daerah / Sekda Mukomuko Tanggapi  Isu Miring yang Beredar di Medsos, Terkait Kepemimpinan Bupati Choirul Huda

Sekda Mukomuko Tanggapi  Isu Miring yang Beredar di Medsos, Terkait Kepemimpinan Bupati Choirul Huda

MUKOMUKO, SNN – Menanggapi isu yang beredar di media sosial (Facebook), dimana isu tersebut sangat menyudutkan pemerintah daerah Mukomuko, terkait hal ini Sekda Mukomuko Drs. H. Marjohan angkat bicara.

Dikutip pada laman akun yang memposting data perkembangan Kabupaten Mukomuko selama dibawah Kepemimpinan Bupati Choirul Huda, SH dan Wakil Bupati Haidir S.IP yang mengalami kemunduran dengan menyebutkan 4 faktor, seperti :

  1. APBD 1 triliun turun jadi 900 milyar, PAD 126 milyar turun jadi 90 milyar.
  2. Uang yanag ada tidak dibelanjakan dikembalikan ke pemerintah pusat 75 milyar
  3. Hutang kepada kontraktor 2019 sebanyak 53 milyar
  4. Pengangguran meningkat tajam

“Silahkan anda telaah cek hal ini. Kalau mau melanjutkan juga. Mbo petang dak laing ngicek Acuuuu…..” ucapan  pada akhir kalimat postingannya.

Postingan tersebut juga diberi hastag #mukomukohebat#pilkadadamai.

Hingga saat ini belum diketahui apa tujuan dari postingan tersebut dan data lengkap atas pernyataannya, yang jelas hal ini ada kaitannya dengan persaingan antar calon Bupati dan Wakil Pilkada Mukomuko mendatang.

Pernyataan tersebut menuai banyak kontropersi dan pandangan dari berbagai pihak, hingga Sekda Mukomuko Drs. H. Marjohan ikut angkat bicara, beliau mengatakan bahwa jawaban atas pernyataan dari postingan tersebut, yakni :

  1. APBD bukan turun, tapi disesuaikan pendapatan yang berasal dari DAU, DAK , Dana Transfer pusat, dan Bagi Hasil dari Propinsi terjadi penurunan, yang tertuang dalam Kepres dan PMK dari Mentri Keuangan dan Keputusan Gubernur pada setiap tahun anggaran.
  2. Tidak ada anggaran yang dikembalikan dengan nominal 75 Milyar, dalam penanganan Covid19 pemerintah pusat langsung menerbitkan PMK dengan melakukan rasionalisasi dari anggaran DAU sebesar 56 Milyar dan DAK sebesar kebih kurang 28 Milyar, tidak lagi di transfer ke pemerintah Kabupaten Mukomuko.
  3. Hutang kepada rekan pihak ke 3, saat ini sudah dimasukan dalam KUA/PPA dan sedang dibahas pada RAPBD-Perubahan 2020.

Insyaa Allah akan dibayarkan setelah APBD-P disyahkan dan menjadi Perda di akhir bulan ini,” ungkap Marjohan kepada awak media SNN, Minggu (27/09). (VIC)

 

 

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

Nekad Bawa Ganja, Warga Merigi di Bekuk Polisi

REJANG LEBONG| BENGKULU, sinarnusantaranews.com – Pada Rabu (28/10) kemarin, sekira pukul 11.30 Wib, Unit Reskrim, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *