Senin , 19 November 2018
Breaking News
previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider
Home / Internasional / Tanggapi Sanksi Washington, Iran Menggelar Latihan Militer

Tanggapi Sanksi Washington, Iran Menggelar Latihan Militer

BENGKULU, SNN-Pemberlakukan sanksi Washington ini disambut militer Iran dengan menggelar latihan pertahanan rudal udara yang berpotensi meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Stasiun televisi pemerintah Iran menyiarkan rekaman latihan militer yang melibatkan sistem pertahanan udara. Pejabat militer Iran, Jenderal Habibillah Sayyari, mengatakan bahwa baik tentara nasional dan Garda Revolusi mengambil bagian dalam latihan militer ini.

Seperti dilansir sebelumnya Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Senin (5/11/2018) resmi memberlakukan seluruh sanksi terhadap Iran yang telah dicabut di bawah kesepakatan nuklir 2015.

Duta besar Indonesia di Teheran, Octavino Alimudin, saat ditanya soal dampak sanksi AS terhadap Iran memperkirakan  keinginan Amerika Serikat untuk melemahkan kekuatan militer Iran dan pengaruh politik negara ini di Timur Tengah  tidak akan langsung tercapai dengan penerapan sanksi terbaru.

“Dengan adanya uji coba rudal terbaru, sepertinya pemerintah Iran masih ingin menunjukkan bahwa tujuan (AS) itu belum bisa dicapai,” kata Octavino kepada BBC News Indonesia, hari Senin (05/11)

Washington memperingatkan para pembeli minyak Iran untuk mengurangi transaksi menjadi nol, jika tidak mereka akan menerima hukuman dari AS.

Tapi AS juga mengeluarkan dispensasi kepada delapan negara yang memungkinkan mereka mengimpor minyak Iran hingga 180 hari ke depan.

Dispensasi ini, kata Menlu AS Mike Pompeo, diberikan kepada Cina, India, Korea Selatan, Turki, Italia, Yunani, Jepang dan Taiwan.

Washington juga mengklaim sanksi tidak ditujukan untuk menggulingkan rezim Iran, tetapi untuk membujuk secara radikal agar mengubah kebijakannya, termasuk dukungannya terhadap kelompok militan regional dan pengembangan rudal balistik jarak jauh.

“Kami bekerja optimal untuk memastikan bahwa kami mendukung rakyat Iran dan bahwa kami mengarahkan kegiatan kami untuk memastikan bahwa perilaku buruk Republik Islam Iran dapat berubah,” kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, kepada Fox News Sunday

“Itulah tujuannya, itulah misinya, dan itulah yang akan kami raih atas nama presiden,” paparnya.

Media pemerintah Iran melaporkan jutaan orang di berbagai kota turun ke jalan, dan bersumpah setia kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, meskipun BBC tidak dapat memverifikasi secara independen angka ini.

Dilain pihak, Presiden Rouhani berjanji kepada pejabat pemerintah bahwa pemerintahannya akan mengatasi sanksi terdahsyat dari musuh Teheran tersebut.

“Kami berada dalam situasi perang,” kata Rouhani. “Kami berada dalam situasi perang ekonomi. Kami menghadapi musuh penindas. Kami harus berdiri untuk menang,” ujar Rouhani, seperti dikutip The Guardian.

About adminSNN

Check Also

Kebakaran Yang Menghanguskan Rumah Dan Isinya

BENGKULU UTARA, SNN – Peristiwa kebakaran hebat terjadi, Subuh dinihari tadi yang menghanguskan sebuah rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *