Rabu , 4 Agustus 2021
Breaking News
Slider

Home / Breaking News / Temui Kejanggalan, Saksi Nomor 4 Enggan Tanda Tangani Hasil Pleno di KPU

Temui Kejanggalan, Saksi Nomor 4 Enggan Tanda Tangani Hasil Pleno di KPU

Lebong|Bengkulu, www.sinarnusantaranews.com – Rapat Pleno Hasil Rekapitulasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah usai dilaksanakan pada Selasa (15/12) kemarin. Hasil penghitungan Perolehan Suara Pemilukada Kabupaten Lebong, baik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur ataupun Bupati dan Wakil Bupati 2020. Dibuat Heboh oleh Saksi dari Paslon Nomor Urut 4 karena terdapat kejanggalan serta tidak ditanda tangani hasil penghitungan suara.

Dalam hal ini KPU Lebong telah menuntaskan Rekapitulasi Suara Pilkada 2020 di seluruh kecamatan, dari 12 Kecamatan di Kabupaten Lebong, dengan perolehan suara sebagai berikut :

  • Paslon Nomor Urut 3 : 23.665 Suara
  • Paslon Nomor Urut 4 : 22.275 Suara
  • Paslon Nomor Urut 2 : 15.179 Suara
  • Paslon Nomor Urut 1 : 5.099 Suara

Untuk kejanggalan serta keberatan yang diajukan antara lain;

  1. Saksi Kandidat No 4 Menolak Hasil Pleno KPU yang dilaksanakan hari ini dengan tidak menandatangani C. Hasil KWK.
  2. Saksi dari Kandidat No 4 mengajukan gugatan atas berbagai temuan selama pemungutan suara, gugatan akan disampaikan pada Rabu (16/12).
  3. Selama berlangsungnya Pleno KPU banyak kesalahan administrasi seperti banyak kesalahan penulisan pemilih sakit masuk kedalam pemilih disabilities.
  4. Ada dibeberapa TPS pemilih yang ingin menggunakan hak pilih menggunakan E-KTP tapi dihalangi oleh KPPS.

Dari 4 Paslon yang ada di Kabupaten Lebong hanya 2 Paslon yang mengirim saksinya yaitu saksi Paslon Nomor 4 dan saksi Paslon Nomor 3.

Dijelaskan Sekretaris Pemenangan Paslon Nomor Urut 4, Eko Prabowono, terkait hal tersebut saat ini masih ditemukan beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan Pemilukada di Kabupaten Lebong. Dengan demikian pihaknya juga telah meyerahkan Keberatan ke KPU Kabupaten Lebong.

Eko Prabowo bersama 2 rekannya juga menyebut, pihaknya menolak tanda tangan karena pihak KPU tidak bisa menjelaskan apa yang dipertanyakan oleh pihaknya terkait adanya indikasi kejanggalan dari proses Pilkada Kabupaten Lebong tahun 2020.

“Kami menolak untuk menandatangani berita acara itu karena kami menilai ada kejanggalan di proses pencoblosan yang digelar beberapa hari lalu. Kami tadi menyampaikan pada waktu rapat tapi pihak KPU tidak bisa menjelaskan. Jadi kami memilih untuk tidak tanda tangan,” kata Eko.

Bukan hanya itu, beliau juga mengaku akan melaporkan dugaan kejanggalan tersebut kepada Bawaslu.

“Kami akan melapor ke Bawaslu besok, terkait apa saja dugaan pelanggaran yang akan kami laporkan silahkan kawan-kawan pantau besok di Bawaslu,” tegasnya. (MR)

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

Akhirnya Camat Pino Raya Berikan Sanksi Tegas Kepada Perangkat Desa Pagar Gading

  Bengkulu Selatan, sinarnusantaranews.com – Dugaan pelanggaran Perbup No 16 tahun 2018 tentang jam kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *