Jumat , 27 November 2020
Breaking News
Slider

Home / Daerah / Upaya Cegah Stunting, Camat Pelabai Gelar Pelatihan KPM di Desa Tabeak Blau II

Upaya Cegah Stunting, Camat Pelabai Gelar Pelatihan KPM di Desa Tabeak Blau II

LEBONG, SNN – Bertempat di balai desa Tabeak Blau II Kecamatan Pelabai Kabupaten Lebong Propinsi Bengkulu, pada Selasa (25/08) dilaksanakan pembukaan secara resmi pelatihan Kader Pembangunan Manusia (KPM) TA 2020 oleh Camat Pelabai.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut Camat Pelabai Aleci Hutabarat, S.Sos. Kepala Desa Tabeak Blau II Pahrozi, TA-PSD Nasarudin, Kepala Bidang PMD SOS Kabupaten Lebong Eko Budi Santoso, S.Pm.Eng. Babinsa Isnan,  Babinkamtibmas Darmisi dan pihak terkait lainnya.

Kepala Desa Tabeak Blau II Pahrozi dalam sambutannya menyampaikan, “kepada Peserta Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Tabeak Blau II pelatihan ini bertujuan agar KPM dapat berperan cukup terutama pencegahan stunting secara dominan. supaya apa saja yang belum dimengerti dapat didiskusikan ke narasumber, baik dari PMDSos dan narasumber pemateri lainnya.”

Peserta pelatihan ada 10 orang terdiri 4 orang dari perngkat desa dan 6 orang dari tim posyandu kita utamakan KPMnya lebih fokus pencegahan stunting dari pada pelayan posyandu sifatnya umum.

Camat pelabai Aleci Hutabarat, S.Sos dalam sambutanya memyampaikan, “kegiatan ini sangat bermanfaat untuk para kader sebab dengan adanya kegiatan ini para Kader dapat berdiskusi secara langsung kepada narasumber terutama masalah pencegahan stunting, agar dapat menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Kegiatan ini juga sangat berperan guna pengajuan Dana Desa 2021 yang akan datang.”

Kader Pembangunan Manusia (KPM) ini dibentuk untuk mendampingi Pemerintah Desa terutama Pemdes Tabeak Blau II dan masyarakat desa didalam menfasilitasi pencegahan konvergensi stunting. Selain itu juga, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 ditemukan fakta bahwa sekitar 7 juta balita di Indonesia menderita stunting. Itulah alasan, mengapa, Kementrian Desa menetapkan prioritas penggunaan dana desa tahun 2019, salah satu untuk pencegahan stuting.

Adapun dampak dari stunting hilangny 11% GDP, kemiskinan antar generasi, karena mudah sakit mengurangi pendapatan  pekerja dewasa 20% penyebabnya kurang gizi. diantaranya ketidakmampuan membeli makanan bergizi, pola konsumsi yang salah pola asuh yang salah.

Adapun tugas dari KPM ini yaitu mensosialisasikan kebijakan konvergensi pencegahan stunting di Desa kepada masyarakat di Desa, termasuk memperkenalkan tikar pertumbuhan untuk pengukuran panjang/tinggi badan baduta sebagai alat deteksi dini stunting.
Mendata sasaran rumah tangga 1.000 HPK.
Memantau layanan pencegahan stunting terhadap sasaran rumah tangga 1.000 HPK untuk memastikan setiap sasaran pencegahan stunting mendapatkan layanan yang berkualitas.

Memfasilitasi dan mengadvokasi peningkatan belanja APBDes utamanya yang bersumber dari Dana Desa, untuk digunakan membiayai kegiatan pencegahan stunting berupa layanan intervensi gizi spesifik dan sensitif. Memfasilitasi suami ibu hamil dan bapak dari anak usia 0-23 bulan untuk mengikuti kegiatan konseling gizi serta kesehatan ibu dan anak.

Memfasilitasi masyarakat Desa untuk berpartisipasi aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program/kegiatan pembangunan Desa untuk pemenuhan layanan gizi spesifik dan sensitif.

Melaksanakan koordinasi dan/atau kerjasama dengan para pihak yang berperan serta dalam pelayanan pencegahan stunting, seperti bidan Desa, petugas puskesmas (ahli gizi, sanitarian), guru PAUD dan/atau perangkat Desa. (YNS)

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

Paslon 04 Fokuskan Peningkatan Pembangunan Demi Perubahan Kabupaten Lebong

LEBONG| BENGKULU, sinarnusantaranews.com – Dengan Niat yang begitu mulia untuk memajukan daerahnya yakni Kabupaten Lebong …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *