Rabu , 25 November 2020
Breaking News
Slider

Home / Daerah / Bengkulu / Wajah Baru Ibukota Provinsi Bengkulu Era Kepemimpinan Rohidin

Wajah Baru Ibukota Provinsi Bengkulu Era Kepemimpinan Rohidin

BENGKULU, sinarnusantaranews.com Di era kepemimpinan Dr H Rohidin Mersyah, infrastruktur perkotaan terus diperbaiki sedemikian rupa hingga menyimpulkan wajah berseri sebagai Ibu Kota Provinsi.

Berikut ulasan bangunan-bangunan Infrastruktur perkotaan yang diperbaiki di era Rohidin hingga menjadi ikon kota dengan wajah barunya :

1. Masjid Raya Baitul Izzah
Masjid ini sebelumnya didominasi dengan warna putih dengan hamparan rumput hijau dan parkiran aspal, di era kepemimpinan Rohidin Masjid ini dipercantik dengan dominasi perpaduan warna kuning emas, abu-abu dan putih pada interior dan eksteriornya.

Di halaman depan hamparan keramik berwarna putih luas yang juga sering dijadikan alternatif tempat shaf Solat id jikalau Jama’ah berjumlah banyak, ditambah dengan ditempatkan Replika Al-Qur’an Berukuran Besar yang berlafaskan Surah Al-fatihah dan Surah Al-Baqarah. Tak hanya itu, juga ada lorong panjang yang dijadikan tempat melintas pengunjung dan sering dijadikan spot berfoto, di sisi lain juga terdapat tulisan Masjid Raya Baitul Izzah yang dibuatkan khusus di areal depan.

Tampak Para pengunjung tampak menyukai dan merasa nyaman dengan tampilan baru Masjid ini, hal ini terlihat betapa antusiasnya pengunjung untuk berkumpul maupun berswafoto usai melakukan rutinitas sebagai umat muslim. Masjid ini kini menjadi salah satu ikon kebanggaan Bengkulu.

2. Gedung Balai Buntar
Gedung Balai Buntar ini dibangun tahun 1979 pada masa Pemerintahan Gubernur Soeprapto, Gedung ini sebelumnya terlihat kotor, kurang terawat dan kurang representatif sebagai tempat pertemuan ini.

Gedung direnovasi total di era kepemimpinan Rohidin. Gedung didominasi warna putih, di halaman depan dibuat replika Dol yang mengelilingi Gedung dan Tulisan Bengkulu yang sering dijadikan tempat tongkrongan dan spot joging oleh Millenial Bengkulu, juga telihat hamparan rumput hijau yang sengaja dibuat untuk menyejukan pandangan mata pengunjung.

Setelah direnovasi kini gedung ini dibuka untuk umum bahkan digunakan untuk acara-acara pertemuan dan juga menjadi venue perhelatan salah satu Cabor Porwil Sumatera ke-X di Bengkulu.

3. Taman Budaya
Taman Budaya sebelumnya sebelumnya terlihat sangat tidak terawat dan sangat tidak repsentatif untuk acara kebudayaan terlihat bagaimana cat bangunan yang lusuh bahkan plafonnya sudah banyak rusak dan jebol. Sekarang Gedung ini direnovasi dengan dominasi warna merah, kuning dan putih serta diwarnai dengan ornamen khas Bumi Rafflesia. Tak hanya itu dibagian depan juga dibuatkan gerbang dan tulisan Taman Budaya Bengkulu dengan huruf timbul berwarna merah putih.

Taman Budaya ini sebagai tempat gelaran seni dan budaya, terdapat Gedung Teater Tertutup, Gedung Kesenian, Gedung Pameran, Gedung Latihan Tari, dan Gedung Sarana Kesenian. Dilengkapi ruang ganti dan musholah, utilitas, serta pertunjukan teater terbuka. Fasilitas Gedung Teater Tertutup dilengkapi Baris Kursi, Sightline, dan Gangways dengan kapasitas 500 penonton.

4. Balai Raya Semarak
Gedung ini merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda dan Inggris yang masih berdiri kokoh, di masa kepemimpinan Rohidin gedung ini direnovasi sedemikian rupa agar lebih nyaman dan representatif untuk pertemuan bagi masyarakat dan komunitas di Bengkulu.

Gedung ini masih khas dengan warna putih dan taman bermain untuk rusa-rusa yang sering menarik perhatian pengunjung yang melintasi kawasan ini.

5. Lapangan Merdeka
Lapangan yang terletak di depan Balai Semarak pun tidak luput dari pembangunan, Lapangan Merdeka merupakan lapangan di mana terdapat Menara View Tower yang tidak terawat dan terlihat beberapa bagian lempengan menara dan kaca yang rusak dan pecah kembali diperbarui, kini suasananya dihidupkan kembali dengan areal bersantai dan tempat bermain anak, Panggung Utama Permanen untuk Pagelaran Seni dan Event, serta Tulisan Lapangan Merdeka yang dibuatkan khusus dengan warna merah putih.

6. Gedung Olahraga (GOR) Sawah Lebar
Sebelumnya GOR Sawah Lebar Bengkulu terlihat kurang menarik lantaran terkesan lusuh dan tidak terawat, kini GOR Sawah Lebar direnovasi sedemikian rupa dengan kombinasi warna hitam, abu-abu, merah dan putih, tidak hanya itu dibagian dalamnya juga ditata mulai dari kursi penonton hingga lapangan dan sarana olahraganya, di bagian luar pagar dan tulisan GORnya juga direnovasi dan terlihat sangat menarik, bersih dan terawat. GOR ini juga digunakan sebagai salah satu venue dalam Perhelatan Porwil Sumatera ke-X di Bengkulu.

7. Stadion Semarak
Sama halnya dengan GOR, stadion semarak juga dilakukan beberapa pembenahan dari sebelumnya, di bagian dalamnya venue olahraga diperbaiki mulai tribun penonton, lapangan bola dan sarana penunjang lainnya. Dibagian luarnya juga terlihat gambar ilustrasi riuhan penonton dan kembang api yang dipasang sedemikian rupa, perbaikan tribun penonton dan juga ada venue panjat tebing yang juga digunakan pada Porwil Sumatera ke-X di Bengkulu. Pagarnya pun tak luput dari perbaikan dengan dominasi warna merah putih dan juga ada lukisan hasil kreativitas anak Bengkulu. Tulisannya Stadion Semarak dibuat secara khusus dengan warna kuning. Tak hanya itu terdapat fasilitas penginapan Hotel Grand Atlet yang kembali direnovasi sedemikian rupa.

8. Wisata Pantai Panjang
Di era Rohidin infrastruktur wisata juga ditata, khusus Pantai Wisata Pantai Panjang diera Rohidin dibangun :
– Pintu Gerbang Selamat Datang dengan dominasi warna kuning putih dengan ikon khas dol,
– Bergeser kedalam wisata kini Pantai Panjang ditunjang jalan mulus dari Pasir Putih hingga Tapak Paderi,
– Pasir Putih, Rohidin berhasil menyakinkan Pusat dan mendapat bantuan APBN untuk pembangunan spot Pasir Putih. Segala sisi dibangun mulai dari tempat tongkrongan, spot foto, menara pandang, mushola, gazebo, dan toilet,
– Tulisan Pantai Panjang yang sebelumnya mengalami korosi dan rusak kini diperbaiki dengan gaya berbeda yang makin mempercantik suasana dan bahan anti korosi.

Dalam penuturannya, Rohidin yang kini menjalani masa Cuti sebagai Gubernur Bengkulu menjalani bahwasannya dirinya sengaja memperbaiki infrastruktur perkotaan hal ini guna menghidupkan wajah Kota Bengkulu sebagai Ibukota Provinsi Bengkulu.

Salah satu ukuran kita melihat majunya sebuah kota atau daerah tersedianya infrastruktur perkotaan yang memadai, maka APBD kita juga fokus mengalokasikan anggaran memperbaiki infrastruktur perkotaan agar tersedia secara refesentatif,” jelas Rohidin. (Rls/Red)

http://www.nuamooreabengkulu.com

About adminSNN

Check Also

Terkait Dana DAK Pendidikan Bengkulu Selatan Ketua DPW LSM Gemawasbi Ajukan Surat Klarifikasi

BENGKULU SELATAN, sinarnusantaranews.com – Dana alokasi khusus bidang pendidikan di Bengkulu Selatan tahun 2020 lebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *